SCG Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 10 Triliun di Q3-2018

SCG, konglomerat bisnis terkemuka di kawasan ASEAN,  melaporkan hasil kinerja operasi bisnisnya di Indonesia sepanjang kuartal tiga (Q3) dengan mencatatkan peningkatan pada pendapatan. Kinerja positif dibukukan SCG Indonesia menyusul naiknya permintaan impor dan peningkatan kondisi pasar domestik.

Roongrote Rangsiyopash, President and CEO of SCG, mengatakan pendapatan perusahaan di Indonesia sepanjang Q3/2018 tercatat sebesar Rp 3.786 miliar (USD 260 juta), meningkat sebesar 27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, terutama dari impor dari Thailand.

Selama 9 bulan pertama tahun 2018, SCG juga mencatat pendapatan dari penjualan di Indonesia sebesar Rp 10.033 miliar (USD 719 juta). Tumbuhnya pendapatan di Indonesia dikarenakan adanya peningkatan kondisi pasar secara keseluruhan, serta permintaan yang lebih tinggi dari semen dan bahan bangunan dari Thailand.”

Menghadapi persaingan SBOBET yang ketata dan mempertahankan daya saing, SGC menyiapkan 6 langkah stratgis meliputi perluasan peluang ekspor, pengelolaan biaya energi, pemanfaatan teknologi digital, fokus pada pengembangan inovasi produk, meningkatkan efisiensi modal kerja, dan evaluasi portofolio investasi.

Dengan langkah itu, perseroan optimistis mampu memperkuat bisnisnya di Thailand dan regional. “Berkat strategi jangka pendek kami, 6 arahan dari strategi proaktif, dan strategi jangka panjang yang selama ini telah membantu mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi perusahaan.” tutup Roongrote.

Didukung Fundamental Ekonomi Dan Kinerja Emiten, IHSG Siap Menguat

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia berpeluang menguat di tengah tren koreksi minor yang menekan posisi bursa sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup  di level 5.754.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, saat ini peluang kenaikan IHSG masih terlihat cukup besar, mengingat kondisi fundamental perekonomian domestik yang masih cukup kuat.

Selain itu, kata William, rilis data kinerja emiten kuartal III-2018 yang secara umum mencatatkan hasil positif akan menopang laju IHSG .

“Peluang koreksi wajar dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian,” kata William, di Jakarta, Selasa (30/10).

Menurutnya, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.711, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.988. “Hari ini sbobet indonesia berpotensi naik,” ucap William.

Dengan demikian, jelas William, adanya peluang pembalikan arah menguat pada laju IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham berikut:
1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
2. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
4. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
7. PT Bank Jatim Tbk (BJTM)
8. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
9. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

(mys/JPC)

Waspada! Ini Ciri-Ciri Kredit Online Ilegal

JawaPos.com – Maraknya layanan jasa keuangan digital atau financial technology (Fintech) membuat masyarakat tergiur mencicipi manisnya kemudahan kredit online. Hanya dengan mengunduh aplikasi, mengisi formulir dan mengunggah kartu identitas, dana segar pun mengucur.

Namun, beberapa waktu terakhir mulai terkuak banyak perusahaan penyedia kredit online atau aplikasi kredit ilegal meresahkan masyarakat. Perusahaan itu mematok bunga amat tinggi. Sehingga banyak nasabah akhirnya terlilit utang yang kian membengkak.

Fintech ilegal umumnya mematok bunga sangat tinggi, denda harian besar, pemotongan biaya administrasi hampir separuh pinjaman, hingga pembajakan data kontak di handphone pengguna. 

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat ingin menggunakan jasa kredit online. Salah satu cirinya, biasanya perusahaan illegal tersebut menyamarkan identitas. Misalnya tak pernah mencantumkan alamat perusahaan dalam aplikasi.

Sehingga lal tersebut dapat mempersulit gugatan di kepolisian karena sejak awal mereka berniat culas menguras dompet nasabah.

“Jadi kalau ada seseorang ingin melaporkan atau menyampaikan gugatan ke polisi, maka pencarian alamat tidak akan pernah ketemu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/11).

Kemudian, lanjutnya, fintech illegal sangat mudah memberikan pinjaman. Begitu calon nasabah mengisi formulir maka dana bisa langsung dicairkan. Jika Fintech resmi tak mungkin semudah itu karena akan menanyakan keakuratan data lain seperti pekerjaan dan slip gaji.

“Tujuannya memang begitu, gampang kan? Jadi kalau anda tidak bayar anda diteror nanti. Sangat mudah memberi pinjaman, ini menggiurkan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, kredit online ilegal mampu mengakses data kontak dan data pribadi. Jadi ketika gagal membayar, hal itu yang digunakan oleh mereka untuk meneror. Sementara untuk fintech legal sangat dilarang untuk mengakses data pribadi pengguna dengan alasan hukum. Fintech legal juga dilarang menagih di luar jam kerja

(mys/JPC)

Defisit Transaksi Berjalan Indonesia USD 8,8 Miliar Triwulan III-2018

JawaPos.com – Tingginya defisit neraca migas dan naiknya permintaan barang impor telah memacu defisit transaksi berjalan. Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sebesar USD 8,8 miliar sepanjang triwulan III-2018.

Angka defisit di triwulan III-2018 itu 3,37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya sebesar USD 8,0 miliar atau 3,02 persen dari PDB.

“Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif defisit neraca transaksi berjalan hingga triwulan III-2018 tercatat 2,86 persen PDB sehingga masih berada dalam batas aman,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman Zainal dalam keterangan resmi, Jumat (9/11).

Ia menjelaskan, peningkatan defisit neraca transaksi berjalan dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa.

Penurunan kinerja neraca perdagangan barang terutama dipengaruhi oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas, sementara peningkatan surplus neraca perdagangan barang nonmigas relatif terbatas akibat tingginya impor karena kuatnya permintaan domestik.

Peningkatan defisit neraca perdagangan migas terjadi seiring dengan meningkatnya impor minyak di tengah naiknya harga minyak dunia. “Defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat juga bersumber dari naiknya defisit neraca jasa, khususnya jasa transportasi, sejalan dengan peningkatan impor barang dan pelaksanaan kegiatan ibadah haji,” ungkapnya.

Meski demikian, defisit neraca transaksi berjalan yang lebih besar tertahan oleh meningkatnya pertumbuhan ekspor produk manufaktur dan kenaikan surplus jasa perjalanan seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, antara lain terkait penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang.

Transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2018 mencatat surplus yang cukup besar sebagai cerminan masih tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian domestik. Transaksi modal dan finansial pada triwulan laporan mencatat surplus USD 4,2 miliar, didukung oleh meningkatnya aliran masuk investasi langsung.

Selain itu, aliran dana asing pada instrumen Surat Berharga Negara dan pinjaman luar negeri korporasi juga kembali meningkat. Meskipun demikian, surplus transaksi modal dan finansial tersebut belum cukup untuk membiayai defisit transaksi berjalan, sehingga Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2018 mengalami defisit sebesar USD 4,4 miliar.

“Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir September 2018 menjadi sebesar USD 114,8 miliar. Jumlah cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor,” jelas Agusman.

“Ke depan, kinerja NPI diprakirakan membaik dan dapat terus menopang ketahanan sektor eksternal. Koordinasi yang kuat dan langkah-langkah konkret yang telah ditempuh Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia untuk mendorong ekspor dan menurunkan impor diyakini akan berdampak positif dalam mengendalikan defisit transaksi berjalan tetap berada di bawah 3 persen,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Transaksi Valas Dan Sentimen Global Bisa Bikin Rupiah Makin Perkasa

JawaPos.com – Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus terjadi dalam beberapa hari belakangan. Rupiah menguat hingga di bawah Rp 15.000 per dollar AS. Hal ini terjadi karena adanya kepastian ekonomi yang tumbuh akibat transaksi valas dan bergesernya sentimen global terhadap Indonesia.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Azami Ilman mengatakan, Bank Indonesia yang beberapa waktu lalu baru menerbitkan produk derivatif NDF (Non-Deliverables Forward) yang berdampak positif.

Penerbitan produk derivatif NDF mendorong kepastian transaksi mata uang valas dengan kontrak jangka tertentu dan nilai tukar yang ditentukan di awal sehingga mendorong tumbuhnya kepastian ekonomi di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Ilman menambahkan, dari sisi eksternal, rencana dilakukannya perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China berhasil menumbuhkan sentimen positif pada investor untuk kembali melakukan penanaman modal di negara-negara mitra dagang China.

Adanya perang dagang yang cukup tegang pada beberapa bulan yang lalu mendorong investor untuk melakukan pertimbangan untuk menanamkan modalnya di China dan juga negara mitra dagangnya.

“Hal ini, selain didukung oleh peningkatan bunga Bank Sentral Amerika Serikat, juga karena estimasi analisis dampak yang akan dirasakan China dari pengenaan tarif dagang oleh pemerintah Amerika Serikat yang dikhawatirkan akan berpengaruh ke negara mitra dagangnya,” ujarnya, Rabu (7/11).

Pemerintah dapat menjaga momen ini dengan terus mempertahankan performa positif di pasar NDF dan juga menjaga kondisi dalam negeri yang kondusif baik dari segi ekonomi maupun politik. Pemerintah harus bisa memastikan kondisi ekonomi dan politik dalam negeri dalam terus stabil sehingga tidak memunculkan keraguan bagi investor untuk menanamkan modalnya.

Dampak langsung dari perang dagang kepada Indonesia lebih banyak dirasakan di awal. Hal ini berdampak pada penurunan ekspor bahan input ke China karena menurunnya kemampuan perusahaan di China untuk mengekspor ke Amerika Serikat. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan klau China sudah menemukan pasar alternatif pengganti Amerika Serikat, seperti Uni Eropa dan Asia Tenggara.

“Selain itu, adanya perang dagang memperparah ketidakpastian ekonomi, sehingga berimbas pada menurunnya ketertarikan investor dalam menanamkan modal di negara-negara dengan resiko lebih tinggi, seperti di negara emerging countries,” pungkasnya.

(uji/JPC)

Ada Taksi Online, Taxi Express Makin Rugi 155 Persen di September 2018

JawaPos.com – Perusahaan taxi Express, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) semakin memburuk dengan menderita kerugian yang besar ditengah gempuran aplikasi taxi online. Kinerja keuangan Express semakin memburuk dengan mengalami rugi bersih sepanjang sembilan bulan terakhir tahun ini menjadi sebesar Rp 537,9 miliar.

Angka rugi bersih itu 155,47 persen lebih tinggi dari rugi bersih di periode yang sama 2017 sebesar Rp 210,5 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) kerugian tersebut disebabkan oleh pendapatan Express yang semakin terkikis sebesar 19,25 persen. Sepanjang kuartal III pendapatan TAXI sebesar Rp 187 miliar atau turun dari Rp 231,62 miliar.

Meski beban langsung turun dari Rp 350,3 miliar menjadi Rp 334 miliar, namun beban umum dan administrasi membengkak dari Rp 39,19 miliar menjadi Rp 107,4 miliar.

Belum lagi, TAXI juga mengalami beban penurunan nilai aset tetap sebesar Rp 185,9 miliar. Total beban-beban lain membengkak dari Rp 137,12 miliar menjadi Rp 323,35 miliar.

Jumlah aset perusahaan juga tercatat menurut dari posisi akhir 2017 sebesar Rp 2 triliun menjadi Rp 1,55 triliun. Sementara jumlah liabilitas perusahaan naik dari Rp 1,76 triliun menjadi Rp 1,85 triliun.

(mys/JPC)

Sepekan Lalu, Transaksi Pasar Saham Meningat Pesat 22,9 Persen

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia mengalami kenaikan selama sepekan lalu mengalami kenaikan. Terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami kenaikan sebesar 2,10 persen ke level 5,906.292 dari 5,784.921 pada pekan sebelumnya.

Sementara Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp4,60 miliar di sepanjang pekan ini dan investor asing sepanjang tahun 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp52,24 triliun.

Divisi Komunikasi BEI Hani Ahadiyani menyampaikan, seiring dengan menanjaknya IHSG, nilai rata-rata kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga mencatatkan peningkatan sebesar 2,11 persen atau sebesar Rp6,68 triliun dari Rp6,54 triliun di penutupan minggu sebelumnya. 

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan terakhir meningkat tajam sebesar 22,90 persen menjadi Rp8,16 triliun dari Rp6,64 triliun pada sepekan yang lalu. 

Data rata-rata volume transaksi harian bursa juga meningkat sebesar 4,18 persen menjadi 9,44 miliar unit saham dari 9,06 miliar unit saham di minggu sebelumnya. 

Untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami kenaikan sebesar 4,95 persen menjadi 365,61 ribu kali transaksi dari 348,37 ribu kali transaksi sepekan yang lalu.

(mys/JPC)

Jadi Salah Satu Penggerak Perekonomian, BI Dukung Ekonomi Syariah

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) terus mendukung pengembangan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan bisa jadi penggerak kemajuan ekonomi nasional.

“Sejumlah potensi dapat dikembangkan, seperti penerapan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming), produk makanan halal, produk kerajinan daerah, serta pariwisata halal yang dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi dan keuangan syariah kita ke depannya,” kata Deputi Gubernur BI, Budi Waluyo dalam FESyar di Balikpapan, Jumat (2/11).

Mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Syariah melalui Pengembangan Regional Halal Value Chain” dalam FESyar, Balikpapan, Bank Indonesia ingin potensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah didukung oleh penguatan ekosistem rantai nilai halal.

Menurut Budi, perlu skema business matching guna mendorong terhubungnya sisi penawaran produk usaha syariah dengan sisi permintaan dari pasar domestik, regional, maupun pasar global. “Prospek perkembangan industri halal memerlukan adanya dukungan penguatan infrastruktur usaha halal, baik dari sisi hulu hingga hilir,” terangnya.

BI menganggap ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu kunci meningkatkan pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan di tengah tantangan struktural yang membuthkan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta upaya mengatasi defisit transaksi berjalan.

Sepanjang 2018, Indonesia berhasil naik ke peringkat 10 dunia sebagai pelaku dalam ekonomi syariah, naik satu digit dari tahun sebelumnya, yang didukung peringkat kinerja dalam mendorong industri halal food.

Sebagai wujud dukungan BI terhadap pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Timur, BI memfasilitasi penandatanganan business matching antara PT. Syam Surya Mandiri dengan Asosiasi Petambak Anggana dengan nilai nominal sebesar Rp 200 miliar.

Keterangan Foto : 

(wzk/JPC)

Dukungan Rilis Inflasi dan Euro Mampu Jaga Rupiah di Zona Hijau

JawaPos.com – Pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepertinya mulai menunjukan kenaikannya didukung oleh euro yang mampu mengimbangi dolar sebagai sentimen internal di uni Eropa. Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, masih adanya sejumlah sentimen positif, selain daripada inflasi diharapkan dapat penguatan Rupiah.

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.130-15.100,” ujarnya Jumat (2/11).

Reza mengatakan, laju rupiah mampu mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan tersebut di atas perkiraan sebelumnya. Rilis inflasi bulan Oktober yang berada di angka 0,28 persen (MoM) dianggap masih rendah memberikan sentimen positif pada Rupiah.

Dukungan Rilis Inflasi dan Euro Mampu Jaga Rupiah di Zona HijauIlustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS (DOK ISSAK RAMDHANI/JAWAPOS.COM)

Selain itu, sentimen dari disepakatinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dengan defisit fiskal disetujui di bawah 2 persen yang dibarengi dengan penurunan imbal hasil dan adanya peluncuran implementasi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) oleh BI yang diharapkan menahan gejolak rupiah memberikan sentimen positif tambahan pada Rupiah.

Dari global, adanya kemajuan yang diperoleh dari perundingan Brexit antara Uni Eropa dan Inggris serta meningkatnya data CPI Uni Eropa berdampak positif terhadap posisi EUR sehingga turut berimbas pada penguatan Rupiah.

(mys/JPC)

Bantah Rugi Triliunan Rupiah, Begini Menteri Rini Bela PLN

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantah jika kerugian PT PLN (Persero) mencapai lebih dari Rp17 triliun. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, kerugian PT PLN (Persero) kuartal III-2018 naik menjadi Rp17,32 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,22 triliun.

Namun Rini menampik bahwa angka tersebut adalah kerugian. Ia mengatakan nilai Rp17,32 triliun itu adalah unrealize loss.

Unrealize loss yang tercatat pada laporan keuangan PLN itu karena ketika terjadinya pelemahan Rupiah,” kata Rini dalam keterangannya, Kamis (1/11).

Sementara, lanjut Rini, Perseroan memiliki kewajiban atau utang dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD), bahkan seringkali kontrak PLN dengan IPP (Independent Power Producer) pun dalam bentuk dolar.

“Kalau kewajiban jangka panjangnya dihitung berdasarkan kurs sekarang ini, maka akan terjadi yang disebut unrealize loss,” ujarnya.

Mengapa disebut unrealize? Kalau PLN sekarang bayar kewajiban-kewajibannya, maka akan melonjak nilainya. Hanya saja kewajiban jangka panjang tersebut masih jauh masa jatuh temponya. Itulah kenapa disebut unrealize.

“Keadaan PLN jelas sehat secara cash flow. Sebab yang terpenting itu adalah bagaimana menjaga kesehatan cash flow-nya, dan PLN dalam kondisi yang sehat,” tuturnya.

Selain selisih kurs, laporan keuangan yang publikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/10), menunjukkan kerugian terjadi karena pendapatan usaha tidak mentutupi beban usaha. Total pendapatan perseroan yang hanya membukukan Rp200,91 triliun sedangkan beban usaha sebesar Rp224 triliun.

(uji/JPC)

Cara Reliance Genjot Inklusi Keuangan di Daerah

JawaPos.com – Berbagai produk investasi yang dikelola PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) disambut positif masyarakat di daerah. Saat ini, berbagai kantor cabang RELI, gencar melakukan edukasi investasi, dengan rutin mengikuti berbagai pameran.

Paling anyar, kantor cabang RELI di Pontianak, mengikuti event Investival ‘Pasar Keuangan Rakyat’ pada 27-28 Oktober 2018, yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi mendukung semakin banyaknya masyarakat yang teredukasi di bidang investasi.

“RELI komitmen mendukung program OJK dan otoritas bursa, terutama program inklusi keuangan, di berbagai daerah,” ujar Sekretaris Perusahaan RELI, Erry TP Hidayat Rabu (31/10).

Branch Manager PT Reliance Sekuritas Cabang Pontianak, Riza Juliandri menjelaskan, selama pameran berlangsung, booth RELI banyak dikunjungi masyarakat. Mereka bertanya seputar proses investasi, dan juga berbagai produk RELI. Ada juga yang langsung membuka akun. Agar semakin menarik, selama pameran Investival, RELI juga memberi hadiah smartphone kepada nasabah yang beruntung.

“Selama pameran, ada pembukaan akun, termasuk untuk investasi DIRE. Ada juga nasabah yang minta dihubungi lagi setelah pameran. Booth RELI juga booth teraktif selama pameran, sampai dengan selesai acara, semua brosur informasi produk investasi habis,” ujar Riza.

Besarnya animo masyarakat yang hadir ke booth RELI selama pameran berlangsung, memberi bukti berbagai layanan produk investasi RELI dipercaya dan diakui. Untuk itu, Erry mengajak, para investor memercayakan dana kepada RELI agar dikelola maksimal dan mendapat return optimal.

Erry optimis, ke depan, kinerja perusahaan akan semakin bagus dan menjadi perusahaan sekuritas kelas dunia yang memiliki standar kerja yang berkualitas dan nilai integritas yang tinggi. Tahun depan, perusahaan akan bekerja keras meningkatkan market share dan memiliki produk investasi yang beragam untuk ditawarkan kepada investor.

Sriwidjaja Rauf, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) mengemukakan, RELI tetap tumbuh positif, seiring dengan meningkatnya kepercayaan dari para investor. Apalagi di tahun ini, RELI memang fokus untuk mengedukasi publik, sekaligus menggandeng lembaga lain, seperti peluncuran program Yuk Nabung Saham bekerjasama dengan perusahaan. Alhasil, jumlah investor RELI akan terus bertambah.

“Di tahun ini kami memang menggencarkan edukasi ke publik, dengan harapan semakin tumbuh kepercayaan terhadap perusahaan, sehingga publik tak ragu berinvestasi di RELI,” ucap Sriwidjaja.

Menurut Sriwidjaja, sebagai perusahaan broker atau perantara saham/efek, RELI memiliki pengalaman dan jaringan luas di berbagai daerah. RELI memiliki jangkauan kantor cabang yang tersebar di daerah, dengan beragam produk sesuai kebutuhan nasabah atau investor.

Sriwidjaja menjelaskan, RELI merupakan full service broker, selain bertindak sebagai perantara jual beli efek, juga menawarkan produk investasi yang beragam. Kemudian, memiliki tim riset dan analis juga memantau situasi pasar sekaligus memberi saran arah investasi.

“Seperti bank, kami pun memiliki model bisnis sama, yakni menjaga kepercayaan. Dalam hal ini kepercayaan dari nasabah bahwa dana dan saham mereka ditempatkan secara aman dan terpisah dari rekening Perusahaan,” tegas Sriwidjaja.

(srs/JPC)

BRI Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga Kredit Bulan Depan

JawaPos.com – Kenaikan suku bunga acuan 7-days repo rate Bank Indonesia (BI) sebesar 150 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen menggerus pendapatan bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pasalnya, hingga saat ini, bank pelat merah yang fokus di segmen UMKM itu belum juga melakukan penyesuaian di suku bunga kreditnya.

“Belum menaikkan (suku bunga kredit). Makanya, NIM-nya drop,” kata Direktur Utama BRI Suprajarto, di Bontang, Kalimantan Timur, Minggu malam (28/10).

Informasi saja, BRI menjadi salah satu bank besar yang mengalami penurunan NIM terbesar. NIM BRI pada kuartal III 2018 tercatat sebesar 7,61 persen atau turun 40 bps dibanding kuartal IIII 2017 atau year on year (YoY).

Padahal, lanjut Suprajarto, BRI telah menyesuaikan suku bunga deposito mereka. Maka dari itu, emiten bursa dengan kode BBRI itupun mengisyaratkan kenaikan suku bunga kredit bulan depan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, bulan depan, November harus (naik),” katanya.

Namun Suprajarto memastikan, perseroan kemungkinan hanya akan mengerek suku bunga kredit sebesar 50 bps. “Itupun di UKM saya sudah teriak,” imbuh Suprajarto.

Sementara itu, mengenai kemungkinan kembali naiknya suku bunga acuan 7-days repo rate BI tahun depan, Suprajarto mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian lagi.

“Kalau bunga pinjaman naik lagi, saya khawatir muncul problem baru di NPL,” katanya.

Sebagai informasi, hingga kuartal III 2018 BRI mencetak laba bersih sebesar Rp23,5 triliun atau tumbuh 14,6 persen YoY yang sebesar Rp 20,5 triliun. Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, capaian tersebut disokong penyaluran kredit BRI yang tumbuh di atas rata-rata industri perbankan di Indonesia.

“Hingga akhir September, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 808,9 triliun atau naik 16,5 persen YoY yang sebesar Rp 694,2 triliun,” katanya, Rabu (24/10).

Penyaluran kredit ke segmen UMKM tetap menjadi porsi terbesar, yakni sekitar 76,9 persen dari total kredit yang disalurkan, atau senilai Rp 621,8 triliun. Penyaluran kredit ke segmen UMKM itu tumbuh 16,5 persen YoY.

Namun, meski tumbuh cukup besar, perseroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang tercatat hanya 2,5 persen, lebih rendah dari rata-rata industri yang ada di level 2,7 persen.

(est/JPC)

PID Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting

JawaPos.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo optimistis Program Inovasi Desa (PID) akan mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. PID terbukti sukses mendongkrak ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

’’Model PID ternyata sukses karena mampu menurunkan jumlah angka kemiskinan yang cukup signifikan di Indonesia. Angka kemiskinan sekarang sudah single digit, yakni 9,82 persen. Yang lebih membanggakan, penurunan kemiskinan di desa ternyata dua kali lipat lebih besar daripada di kota,” ujar Mendes PDTT dalam Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (24/10)

Kemendes PDTT mencatat gini ratio 2018 di pedesaan telah turun sekitar 0,01 persen. ”Gini ratio yang mencapai angka 0 menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan telah merata sempurna. Artinya, setiap orang menerima pendapatan yang sama dengan lainnya,” lanjutnya

Tak hanya itu, ke depan PID juga mampu menurunkan angka stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak. ’’Kita optimistis dalam tujuh tahun ke depan jumlah orang miskin di desa akan lebih kecil daripada di kota dan jumlah angka stunting bisa mencapai hasil yang signifikan,” ungkapnya.

Eko melanjutkan, ke depan desa-desa yang sudah memiliki infrastruktur bagus tidak lagi memanfaatkan dana desa untuk membangun infrastruktur dasar. Tetapi, dana desa itu bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa.

’’Seperti memberikan pelatihan kepada masyarakat di desa agar mempunyai ide-ide dalam memberdayakan ekonomi dan masyarakatnya menggunakan dana desa dan sejumlah inovasi lain yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa,” paparnya.

(arm/tih/wir/JPC)

Kembangkan Bisnis Startup dari Modal Pinjaman Fintech

JawaPos.com – Selama ini pinjaman yang didapat dari perusahaan financial (fintech) dianggap masyarakat  hanyalah sebagai memenuhi kebutuhan konsumtif belaka. Padahal, jika pinjaman yang didapat dari perusahaan digital itu dikelola secara optimal, maka mampu mengembangkan usaha rintisan alias startup.

VP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih mengungkapkan, memberi edukasi kepada masyarakat tentang berbagai manfaat dan kemudahan yang ditawarkan fintech tidak semata menjadi tanggung jawab dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan fintech pun harus melakukan kampanye literasi inklusi keuangan yang lebih kepada masyarakat. Tak hanya itu, fintech juga harus memberikan perlindungan konsumen.

“Teknologi finctech sudah teruji bisa mempertemukan mereka yang memerlukan kredit konsumtif dan produktif dengan lembaga-lembaga keuangan kredibel. Jika semakin banyak warga bisa mengakses kredit dengan mudah, maka hal ini akan berdampak positif pada daya beli masyarakat dan membantu memajukan perekonomian setempat,” kata Anggie Ariningsih kepada wartawan, Jumat (26/10).

Kembangkan Bisnis Startup dari Modal Pinjaman FintechVP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih (kanan) saat berinteraksi dengan pelaku UKM di Bali. (Istimewa)

Adapun bentuk literasi inklusi keuangan itu seperti Fintech Days 2018 yang berlangsung di Bali pada Jumat (26/10). Event tersebut digelar oleh OJK bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan sejumlah perusahaan fintech lainnya di Discovery mall Bali.

Kegiatan Fintech Days 2018 ini mengedepankan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Lebih jauh Anggie Ariningsih mengungkapkan, saat ini pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia masih tergolong lambat. Hal itu dipicu oleh beberapa hal. Antara lain, masih banyaknya warga yang tinggal jauh dari bank dan belum bisa menjangkau layanan jasa keuangan. Industri fintech hadir dan berkembang pesat di Indonesia, namun hingga saat ini. Ironisnya masih banyak warga Indonesia yang belum memahami keuntungan yang ditawarkan fintech.

Di sisi lain, kini banyak masyarakat kelas menengah mulai tumbuh. Pelaku usaha rintisan (startup) pun semakin menjamur. Selama ini mereka kerap terkendala dengan masalah modal, karena sulit mengakses lembaga keuangan atau perbankan.

Sebetulnya kalangan itu bisa mendapatkan modal dengan mudah. Yakninya memanfaatkan keberdaan fintech. Peminjaman dari perusahaan itu tidak melewati proses administrasi yang begitu rumit seperti di perbankan konvensional. “Pinjaman modal dari fintech jika dikelola dengan baik, bisa mendorong usaha kecil menengah (UKM) tumbuh lebih baik lagi,” terangnya.

COO TunaiKita Andry Huzain menambahkan, kehadiran pihaknya di Fintech Days 2018 Bali untuk merangsang masyarakat belajar tentang cara mengembangkan usaha startup dan memberi informasi peluang berkarir di perusahaan fintech.

“TunaiKita hadir menawarkan layanan jasa keuangan secara digital dengan proses yang mudah, cepat dan terpercaya. Kami juga sangat memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah dalam kegiatan operasional kami,” tandas Andry Huzain.

(iil/jpg/JPC)

Pedes! Kritik Petani Tembakau ke Menkeu Soal Penyederhaan Tarif Cukai

JawaPos.com – Kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali dikritisi. Kali ini, datang dari kalangan petani tembakau terkait kebijakan penyederhanaan tarif cukai yang berdampak pada penghidupan ekonomi petani tembakau. Mereka meminta Presiden Joko Widodo mengingatkan menteri keuangan terbaik di dunia soal persoalan ini.

“Kami meminta Presiden RI mengingatkan Menkeu agar kebijakan tersebut dikaji ulang dengan memperhatikan masukan semua kalangan terkait,” kata ketua DPN Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmuji di Jakarta, Jumat (26/10).

Merujuk kajian APTI, penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 146/2017 terkait simplifikasi tarif cukai tembakau perlu mempertimbangkan dan memperhatikan dampaknya secara keseluruhan, baik terhadap petani tembakau maupun industri kretek nssional.

Pedes! Kritik Petani Tembakau ke Menkeu Soal Penyederhaan Tarif CukaiMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (DOK.JAWA POS)

Pasalnya, implementasi simplifikasi tarif cukai berpeluang berdampak langsung terhadap petani tembakau, juga menurunkan penerimaan negara dari cukai rokok.

Menurut Agus, PMK 146/2017 ini mengatur penggabungan golongan Sigaret Putih Mesin (SPM) dengan Sigaret Kretek Mesin (SKM), termasuk panggabungan kuota. Jika kebijakan ini diberlakukan akan merugikan petani sebagai penjual tembakau dan pada umumnya produk kretek sebagai produk nasional.

“Simplifikasi tarif cukai akan mematikan industri kretek nasional yang merupakan penyerap tembakau petani lokal bahkan nasional,” terangnya.

Klausul lain, terkait penyederhanaan tarif menjadi 5 layer akan mengakibatkan semua pabrikan nasional yang kategori besar hingga menengah dan kecil berpotensi gulung tikar. Sebab, mereka tidak sanggup bersaing dengan pemain besar yang sudah mempunyai brand internasional.

Selain itu, penggabungan tarif cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT) Golongan 1A dan 1B juga akan memberangus SKT produk pabrikan yang masih barnafas Merah Putih.

“Kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) yang terlalu tinggi juga akan lebih mempercepat kematian pabrikan menengah dan kecil, karena konsumen mereka sangat sensitif terhadap kenaikan harga,” tuturnya.

Agus mengingatkan, jika pengaturan simplifikasi tarif cukai dilakukan, maka kebijakan tersebut akan berdampak pada matinya industri kretek nasional menengah ke bawah.

“Selama ini industri menengah ke bawah juga berkontribusi terhadap perekonomian petani sebagai penyerap tembakau kelas tiga mengingat semua tembakau yang kurang bagus tidak terserap semua oleh industri besar,” tegas dia.

Implikasi lain, lanjut Agus adalah semakin berjayanya produsen terbesar. Pasalnya, pengenaan cukainya akan satu kategori. “Prediksi ke depan, aturan ini akan memberangus tembakau lokal, dan mematikan penghidupan petani tembakau!,” ungkapnya.

Menurut Agus, dampak kebijakan simplifikasi tarif cukai yang paling berbahaya adalah penggunaan bahan baku import akan meledak, sehingga ke depan ada rokok di Indonesia tapi tanaman tembakau sudah tidak ada di Indonesia.

Dalam konteks inilah, APTI meminta Kementerian Keuangan selaku regulator untuk menunda penerapan simplifikasi tarif cukai (penyederhanaan tarif cukai) yang akan berdampak pada bencana ekonomi massal bagi masyarakat pertembakauan.

“Melindungi petani tembakau adalah wujud nyata sebuah misi kemanusiaan. Selamatkan tembakau selamatkan Indonesia,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Minim Sentimen Positif, Rupiah Berpotensi Melemah

JawaPos.com – Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat masih terus mengalami pelemahan imbas sentimen global masih belum ada tanda-tanda kondusif. Kondisi ini diperparah dengan adanya sentimen negatif dari dalam negeri sehingga membuat laju Rupiah sulit untuk berbalik menguat.

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.204-15.188,” kata Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (25/10)

Reza menjelaskan, pergerakan Rupiah kembali mengalami pelemahan seiring imbas terdepresiasinya EUR. Adanya penilaian pertumbuhan ekonomi Zona Eropa akan melambat membuat aksi lepas EUR kembali terjadi.

“Pergerakan USD pun kembali mengalami kenaikan dengan memanfaatkan kondisi tersebut,” tuturnya.

Minim Sentimen Positif, Rupiah Berpotensi MelemahIlustrasi aktivitas penukaran mata uang asing di sebuah money changer di Jakarta (DOK.ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)

Padahal, kata dia, di AS sedang terjadi silang pendapat antara Presiden Trump dan Gubernur The Fed, Jerome Powell, terkait kenaikan suku bunga dengan kebijakan pemerintahan untuk membuat ekonomi AS bertumbuh.

Penilaian tersebut muncul setelah data pertumbuhan Euro zone business mengalami perlambatan dari perkiraan sebelumnya. Selain itu, data pertumbuhan private-sector Jerman juga cenderung melambat yang diikuti dengan penurunan data manufaktur di Perancis.

Sementara itu, adanya sentimen positif dari dalam negeri seperti optimisme Kementerian Perdagangan terhadap target transaksi dagang di Trade Expo Indonesia 2018 yang mencapai USD 1,5 miliar, adanya tinjauan masa pemerintahan Jokowi-JK selama kurun waktu 4 tahun, khususnya di bidang ekonomi kurang mampu mengangkat Rupiah.

Pasalnya, sejumlah sentimen positif itu tertutup oleh sentimen negatif seperti adanya penilaian terhadap Rupiah yang dapat mencapai level Rp16 ribu di tahun depan dan perkiraan Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan melambat di kuartal tiga tahun ini.

(mys/JPC)

Dukung Bulan Inklusi, Bank Sinarmas Edukasi Tabungan Simpel

JawaPos.com – Bank Sinarmas turut berpartisipasi untuk memperingati bulan literasi se-Dunia yang jatuh pada Oktober ini. Salah satunya adalah dengan menggelar kegiatan CSR dan edukasi program Simpanan Pelajar (Simpel) di Pondok Pesantren Al Hikmah 2.

Adapun program yang dilakukan yakni dengan melaksanakan wakaf Quran 200 buah Alquran, 200 buah Komik Edukasi Perbankan dan melaksanakan Bazaar Minyak Goreng 4.000 liter. Dalam Sosialisasi ini, sejumlah 3.000 santri juga membuka rekening Simpanan Pelajar Bank Sinarmas.

Group Head National Sales & Distribution Bank Sinarmas Miko Andijaja mengatakan, program Simpel sendiri merupakan program yang diterbitkan secara nasional oleh Regulator dan di sosialisasikan bank-bank di Indonesia, dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur menarik.

“Kegiatan ini juga digelar dalam rangka edukasi dan inklusi untuk mendorong budaya menabung sejak dini. Tabungan Simpel ini berlaku bagi anak minimal usia TK hingga SMA,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/10).

Adapun persyaratan yang diberikan untuk membuka tabungan Simpel ini cukup dengan menyerahkan Akte Lahir, KTP orangtua, Kartu Keluarga, serta mengisi formulir pembukaan tabungan.

Miko menambahkan, nantinya siswa juga akan menerima rekening dan kartu ATM yang sudah didaftarkan atas nama diri siswa itu sendiri.

“Jadi siswa benar-benar diajarkan untuk bisa memegang tabungan dan kartu ATM-nya sendiri. Untuk pembukaan awal cukup dengan Rp5 ribu,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, juga mulai di sosialisasikan mengenai Teknologi Keuangan atau sering disebut Fintech. Sosialisasi di lakukan oleh Danamas dan Fintech. Diharapkan para santri juga dapat mulai melek teknologi keuangan.

Saat ini, jumlah pemegang rekening Simpanan Pelajar Bank Sinarmas hingga September 2018 sudah mencapai lebih dari 40.000 rekening.

(hap/JPC)

Capital Inflow Dan Fundamental Ekonomi Kuat, IHSG Lanjutkan Kenaikan

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia masih berpeluang melanjutkan proses kenaikan, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mampu mempertahankan posisi di zona hijau dengan penguatan tipis 0,05 persen ke level 5.840 poin.

“IHSG menunjukkan kondisi stabil dengan kecenderungan meningkat, ditunjang oleh capital inflow serta fundamental perekonomian yang kuat,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Selasa (23/10).

Menurutnya, IHSG masih akan mampu melanjutkan proses penguatan di tengah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta fluktuasi harga komoditas global. “Hal ini tentunya tidak lepas dari tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.721, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.988. “Hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William.

Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham berikut:
1. PT Wika Beton Tbk (WTON)
2. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
3. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
5. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
6. PT Astra International Tbk (ASII)
7. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
9. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

(mys/JPC)

Kadar Homocysteine yang Tinggi Picu Serangan Jantung dan Demensia

Jakarta: Homocysteine adalah asam amino dalam tubuh yang dimiliki oleh setiap orang. Ketika kadar asam amino ini terlalu tinggi, maka homocysteine dikaitkan dengan penyakit autoimun, jantung dan penyakit lainnya.

Homocysteine diatur selama proses metilasi yakni biokimia besar yang memastikan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, otak, sistem hormon dan usus. Jika ada yang salah dengan proses metilasi, Anda mungkin tidak akan merasakan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Mutasi gen metilasi seperti MTHFR berkaitan erat dengan masalah spektrum peradangan autoimun. Peningkatan kadar homocysteine ini dapat disebabkan oleh mutasi gen, obat-obatan, diet yang buruk, paparan racun, ketidakseimbangan hormon dan stres. 

Kadar homocysteine yang terlalu tinggi, dapat memicu banyak masalah kesehatan termasuk autoimunitas dan peradangan kronis.

(Baca juga: Dua Pola Hidup Sehat untuk Lawan Demensia)


(Homocysteine diatur selama proses metilasi yakni biokimia besar yang memastikan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, otak, sistem hormon dan usus. Foto: Christopher Campbell/Unsplash.com)

1. Homocysteine dan autoimunitas
Ketika proses metilasi tidak bekerja dengan benar, ini dapat memicu masalah autoimun. Kadar homocysteine yang tinggi berkaitan dengan penyakit autoimun yang sangat umum seperti penyakit Hashimoto, rheumatoid arthritis dan psoriasis.

2. Kadar homocysteine dan penyakit jantung
Tingkat homocysteine yang sangat tinggi berkaitan dengan penyakit arteri koroner dan risiko tinggi pengerasan arteri. Serangan jantung dan stroke dapat disebabkan oleh kondisi autoimun yang telah kita lihat juga dipengaruhi oleh kadar homocysteine.

3. Homocysteine dan penurunan kognitif
Kadar homocysteine yang tinggi juga dapat mempengaruhi otak karena dapat menjadi racun bagi neuron dan sel lainnya. Sel-sel tua dan rusak disingkirkan dari sistem tubuh untuk menghindari penyakit, kematian dini sel-sel sehat yang dapat memengaruhi tubuh dan otak secara negatif.

Menurunkan kadar homocysteine adalah langkah penting dalam melindungi otak dari Alzheimer dan bentuk lain dari demensia.

4. Tingkat homocysteine dan depresi
Homocysteine juga dapat memengaruhi otak secara emosional dengan meningkatkan risiko depresi. Berbagai penelitian menghubungkan depresi dengan tingkat homocysteine yang tinggi karena berkaitan dengan rendahnya kadar serotonin.

Beberapa penelitian juga mengatakan tingkat homocysteine yang tinggi pada wanita usai melahirkan adalah faktor terbesar depresi pascamelahirkan.

(TIN)

Kinerja Emiten Kuartal III Dampingi IHSG Berwarna Hijau di Awal Pekan

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia berpeluang bermain di zona hijau di awal pekan ini, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan kemarin ditutup melemah tipis 0,14 persen ke level 5.837.

“Rilis data kinerja emiten pada kuartal ketiga akan mewarnai pola pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Senin (22/10).

Menurutnya, kondisi fundamental perekonomian domestik akan menopang pola pergerakan IHSG, sehingga laju indeks bisa menunjukkan tren penguatan jangka pendek, menengah dan panjang.

Menurut William, jika terjadi koreksi wajar pada laju IHSG , kondisi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi pembelian pada saham-saham pilihan.

Lebih jauh dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.702, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.911. “Hari ini IHSG berpeluang bergerak di zona hijau,” ucap William.

Dengan demikian, menurut William, adanya potensi penguatan IHSG pada perdagangan hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi sebelas saham:

1. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
3. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
4. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
5. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
7. PT Bank Jatim Tbk (BJTM)
8. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
9. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
10. PT Astra International Tbk (ASII)
11. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

(mys/JPC)