SCG Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 10 Triliun di Q3-2018

SCG, konglomerat bisnis terkemuka di kawasan ASEAN,  melaporkan hasil kinerja operasi bisnisnya di Indonesia sepanjang kuartal tiga (Q3) dengan mencatatkan peningkatan pada pendapatan. Kinerja positif dibukukan SCG Indonesia menyusul naiknya permintaan impor dan peningkatan kondisi pasar domestik.

Roongrote Rangsiyopash, President and CEO of SCG, mengatakan pendapatan perusahaan di Indonesia sepanjang Q3/2018 tercatat sebesar Rp 3.786 miliar (USD 260 juta), meningkat sebesar 27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, terutama dari impor dari Thailand.

Selama 9 bulan pertama tahun 2018, SCG juga mencatat pendapatan dari penjualan di Indonesia sebesar Rp 10.033 miliar (USD 719 juta). Tumbuhnya pendapatan di Indonesia dikarenakan adanya peningkatan kondisi pasar secara keseluruhan, serta permintaan yang lebih tinggi dari semen dan bahan bangunan dari Thailand.”

Menghadapi persaingan SBOBET yang ketata dan mempertahankan daya saing, SGC menyiapkan 6 langkah stratgis meliputi perluasan peluang ekspor, pengelolaan biaya energi, pemanfaatan teknologi digital, fokus pada pengembangan inovasi produk, meningkatkan efisiensi modal kerja, dan evaluasi portofolio investasi.

Dengan langkah itu, perseroan optimistis mampu memperkuat bisnisnya di Thailand dan regional. “Berkat strategi jangka pendek kami, 6 arahan dari strategi proaktif, dan strategi jangka panjang yang selama ini telah membantu mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi perusahaan.” tutup Roongrote.

Didukung Fundamental Ekonomi Dan Kinerja Emiten, IHSG Siap Menguat

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia berpeluang menguat di tengah tren koreksi minor yang menekan posisi bursa sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup  di level 5.754.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, saat ini peluang kenaikan IHSG masih terlihat cukup besar, mengingat kondisi fundamental perekonomian domestik yang masih cukup kuat.

Selain itu, kata William, rilis data kinerja emiten kuartal III-2018 yang secara umum mencatatkan hasil positif akan menopang laju IHSG .

“Peluang koreksi wajar dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian,” kata William, di Jakarta, Selasa (30/10).

Menurutnya, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.711, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.988. “Hari ini sbobet indonesia berpotensi naik,” ucap William.

Dengan demikian, jelas William, adanya peluang pembalikan arah menguat pada laju IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham berikut:
1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
2. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
4. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
7. PT Bank Jatim Tbk (BJTM)
8. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
9. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

(mys/JPC)

Gara-gara Candaan Sexist, Sri Mulyani Semprot Anak Buah Rudiantara

JawaPos.com – Dalam beberapa kesempatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kerap mengungkapkan kekesalannya gara-gara isu miring soal utang negara. Namun, sebagai seorang wanita biasa, Sri Mulyani juga bisa marah. Apalagi jika hal itu menyangkut harga diri.

Kekesalan Sri Mulyani bermula ketika hendak meluncurkan digitalisasi Pembiayaan Ultra Mikro di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/12).

Sebelum diberi waktu untuk menyampaikan sambutan sempat diputar video Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo. Di akhir video itu, ada seorang laki-laki yang ditinggal nikah oleh pacarnya karena pergi ke suatu pulau yang tidak ada sinyal.

Lalu, Direktur Utama BAKTI Anang Latif sebelum memberikan sambutan sempat melemparkan jokes. “Jadi Bapak-Bapak, jangan sering dinas ke luar kota, hati-hati nanti istrinya nikah lagi,” ujarnya.

Hal itu pun langsung ditanggapi oleh mantan direktur Bank Dunia tersebut. Menurutnya, bercandaan itu terlalu sexist dan ia amat menyayangkan.

“Kemudian jokes-nya Latif, soal saya sering sampaikan supaya Bapak-Bapak jangan sering ke luar kota nanti istrinya nikah lagi. Saya rasa itu jokes yang sangat sexist. Saya sampaikan ini sebagai bentuk keberpihakan kepada perempuan menjaga martabat mereka tidak hanya sebagai objek,” kata Sri Mulyani.

Lalu ia pun terdiam sejenak, merasa tak enak, ia langsung melanjutkan sambutannya. “Agak nggak enak ya jadinya,” kata Sri Mulyani.

Tak hanya itu, ia juga mengkritik anak buahnya sendiri, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Marwanto. “Saya sayangkan Pak Marwanto, video pertama diperlihatkan bagaimana kredit ultra mikro itu semua laki-laki, salah total itu. Salah sekali karena saya tahu, para pelakunya itu perempuan. Jadi tolong yang buat video pertama dikoreksi mindset-nya,” katanya.

Sri Mulyani menegaskan, untuk program Ultra Mikro (UMi) sendiri diperuntukkan bagi usaha sangat mikro yang 90 persen pekerjanya adalah perempuan. Benefit dari program UMi ini akan didapat oleh ibu rumah tangga yang memiliki keinginan mendapatkan masukan tambahan melalui berbagai kegiatan.

“Ada yang pinter bikin pisang goreng bisa masuk lewat digital, yang bikin ayam kremes buat suaminya bisa masuk juga. Jadi adanya teknologi menghilangkan seluruh potential barrier kewirausahaan di level akar rumput menjadi wirausaha yang sebenarnya,” pungkasnya.

(ce1/uji/JPC)

Gopay Hingga T-Cash Bisa Cairkan Kredit Usaha, Maksimal Rp 10 Juta

JawaPos.com – Pemerintah meluncurkan Digitalisasi Pembiayaan Usaha Ultra Mikro (UMi) dengan pinjaman minimal Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.  Pembiayaan UMi ini diperuntukkan bagi pengusaha sangat mikro yang tidak bisa mendapatkan akses permodalan dan tersentuh oleh bank.

“Jadi adanya teknologi menghilangkan seluruh barrier potential kewirausahaan di level akar rumput menjadi wirausaha yang sebenarnya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/12).

Adapun, kegiatan ini akan diuji coba dengan menggandeng empat penyedia jasa sistem pembiayaan atau PJSP yaitu T-money, T-cash, Bukalapak dan Gopay. Kegiatan uji coba bertujuan untuk mengukur tingkat penerimaan debitur. 

Gopay Hingga T-Cash Bisa Cairkan Kredit Usaha, Maksimal Rp 10 JutaGopay, pembayaran yang dikeluarkan manajemen Gojek bisa cairkan kredit. (Dok. JawaPos.com)

“Hal ini diharapkan dapat memudahkan debitur dalam melakukan transaksi usaha secara cashless serta menyediakan market place untuk usaha mikro di era digital ekonomi,” jelasnya.

Diluncurkan sejak 2017, Pembiayaan UMi merupakan program pembiayaan kepada masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang belum dapat difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Penyaluran pembiayaan UMi merupakan kolaborasi program Pemerintah di sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, perdagangan, dan pariwisata. Selain itu, Pembiayaan UMi juga merupakan salah satu instrumen Pemerintah untuk mewujudkan keadilan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Prinsip pembiayaan UMi adalah enhancing and empowering. Penyaluran Pembiayaan UMi dilakukan melalui kerja sama dengan institusi yang telah ada dan berpengalaman dalam pembiayaan UMKM, yaitu BUMN pembiayaan dalam hal ini PT Pegadaian. PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Bahana Artha Ventura serta 18 koperasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga November 2018, Pembiayaan UMi telah disalurkan sebesar Rp 1,67 triliun kepada lebih dari 608.000 pelaku usaha mikro. Agar dapat menjangkau lebih banyak usaha mikro. Pemerintah telah menganggarkan tambahan alokasi Pembiayaan UMi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2019 sebesar Rp 3 triliun dan menetapkan program Pembiayaan UMi sebagai program prioritas nasional pada 2019. 

Dalam pelaksanaannya, pembiayaan UMi tidak hanya menyediakan pembiayaan yang mudah dan cepat bagi usaha mikro, tetapi juga memberikan pendampingan usaha bagi debitur Pembiayaan UMi. Pendampingan dapat menjadi sarana knowledge sharing kepada debitur sekaligus menyediakan konsultasi usaha dan pembinaan, sehingga debitur dapat mengembangkan kapasitas usahanya. 

Pendampingan juga berfungsi untuk memantau perkembangan usaha debitur dan memastikan kedisiplinan pengembalian pinjaman. Saat ini, Pemerintah telah bekerja sama dengan International Labour Organization untuk memberikan training kepada pendamping terkait materi kewirausahaan agar dapat membantu debitur dalam pengembangan kapasitas usahanya. 

(uji/JPC)

Banyak Kepala Daerah Jadi Pasien KPK, Sri Mulyani: Nuraninya Mati!

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyayangkan banyak kepala daerah yang menjadi pasien Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasusnya tidak jauh dari penyelewengan anggaran demi keuntungan pribadi.

“Berapa jumlah kepala daerah yg sudah ditangkap KPK, 111 kepala daerah rasanya nggak cukup membuat jera. Dibilangnya itu sial saja. Artinya nuraninya sudah mati,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/12).

Menurutnya, anggaran yang diberikan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke daerah, merupakan amanah untuk diberikan kepada rakyat melalui berbagai pembangunan maupun kebijakan lainnya. Namun, uang itu malah diselewengkan demi kas pribadi. 

“Pikiran dan hatinya sudah sama sekali tidak memikrkan masyarakat. Itu sangat menyakitkan. Saya berharap inspektur daerah seharusnya makin diperkuat dan efektif dalam mengawasi dan membimbing agar sumber daya bisa digunakan betul-betul untuk kesejahteraan,” jelasnya. 

Oleh karena itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berpesan agar para kepala daerah bisa bekerja sama dengan baik, salah satunya dengan menggunakan anggaran dengan baik dan tepat sasaran. Apalagi, Indonesia akan memasuki tahun politik pada 2019 mendatang.

“Pada 2019 yang tinggal beberapa minggu lagi adalah tahun di mana tantangan tidak makin mudah. Ada tahun politik. Tapi di luar masalah siklus politik, kondisi ekonomi juga harus kita antisipasi kita hadapi dengan baik karena kondisinya tidak statis. Di sinilah letak kerja sama daerah dan pusat jadi penting,” ungkapnya.

“Saya tutup dengan ini, yakinkan apabila masyarakat kita makin makmur dan sejahtera, pasti ASN akan makin kuat. Jadi jangan menghisap dan jangan mengurangi hak masyarakat karena itu spt anda memakan telur anda sendiri,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Kinerja Positif, Saham Siloam Naik 33 persen Dalam Satu Bulan

JawaPos.com – Pemegang saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) di akhir tahun ini boleh jadi sumringah. Saham SILO dalam kurun waktu satu bulan terakhir tercatat naik 33 persen.

Kinerja ciamik tersebut, menjadi bukti, sebagai perusahaan healthcare terbesar di Indonesia, Siloam telah berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kinerja positif, yang tercermin dari pergerakan saham, juga merupakan bukti nyata kinerja bisnis perusahaan dirasakan langsung seluruh stakeholders.

Pada Kuartal I-III 2018, meraih pertumbuhan Gross Operating Revenue (GOR) dan Net Operating Revenue (NOR) yang meningkat masing-masing sebanyak 13 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Pertumbuhan pendapatan dari rawat inap, rawat jalan, dan kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan beberapa faktor operasional yang mendukung hal tersebut. Pada tahun lalu, jumlah kedatangan pasien naik 17,16 persen.

Pertumbuhan GOR & NOR masing-masing 13 persen pada Kuartal III-2018 membuktikan, perusahaan tumbuh secara positif secara finansial. Pertumbuhan EBITDAR & EBITDA yang terus meningkat didukung oleh hasil operasional yang stabil.

Tercatat tiga rumah sakit baru di jaringan Siloam Hospitals Group telah diresmikan pada tahun ini, yaitu Siloam Silampari di Lubuklinggau, Siloam Hospitals Jember, dan Siloam Hospitals Semarang.

CEO Siloam Hospitals Group Caroline Riady menjelaskan, agar kinerja semakin positif, SILO juga mengembangkan kemampuan intelektual dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang handal, teknologi baru, termasuk sistem informasi yang canggih serta sistem manajemen operasional yang inovatif. Antara lain membuka Siloam Training Center (STC), fasilitas pusat pelatihan yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan Indonesia.

STC menyediakan program pelatihan yang didukung oleh fasilitas ruang kelas memadai, pengajar yang kompeten, serta materi pelatihan berdasarkan evidence-based practice dan pelatihan kurikulum standar oleh PPSDM Kemenkes RI.

Keberadaan STC tidak hanya berdampak pada standar pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals Group, tetapi juga turut mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu di seluruh Indonesia.

CEO Lippo Grup Mochtar Riady mengatakan, saat ini layanan kesehatan telah menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional di Indonesia. Masyarakat pun semakin membutuhkan peralatan medis yang canggih dan standar layanan kesehatan yang tinggi seiring dengan perkembangan dan pergerakan populasi.

“Sejalan dengan visi Siloam dan sebagai wujud komitmen terhadap industri kesehatan di Indonesia, Siloam terus membangun dan membuka rumah sakit di daerah-daerah baru dan memberikan layanan kesehatan profesional berstandar internasional”.

(srs/JPC)

Data Tenaga Kerja AS Melambat, Pekan Depan Rupiah Bisa Kembali Bangkit

JawaPos.com – Pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan depan diperkirakan akan berbalik menguat dengan dukungan kembali melemahnya laju USD. Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, pelemahan dolar Paman Sam tersebut seiring perkiraan melambatnya pertumbuhan data penyerapan pekerjaan (nonfarm payrolls) di AS. 

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.475-14.452. Diharapkan adanya pelemahan ini masih dapat berlanjut dan Rupiah mampu memanfaatkan pelemahan USD untuk kembali bergerak positif,” ujarnya, Minggu (9/12).

Reza menyampaikan, laju Rupiah menutup akhir pekan kemarin di zona hijau. Kenaikan pun kembali terjadi di tengah pesimisme akan kembali melanjutkan pelemahannya. 

Sebelumnya, disampaikan sejumlah sentimen positif Rupiah seperti Pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dimana defisit anggaran hingga November 2018 mencapai Rp 287,9 triliun atau 1,95 persen dari PBD atau lebih rendah dari rencana APBN sebesar 2,19 persen.

Kemudian realisasi belanja negara hingga November 2018 tercatat mencapai Rp 1.942,4 triliun atau 87,5 persen dari target APBN 2018 dengan pertumbuhan sebesar 11 persen. Serta meningkatnya penerimaan negara di atas target APBN sebesar Rp 1.894 triliun menjadi Rp 1.936 triliun. 

“Kali ini, Rupiah mendapat dorongan positif dari meningkatnya cadangan devisa sebesar USD 2 miliar menjadi USD 117,2 miliar pada akhir November 2018, dibandingkan dengan USD 115,2 miliar pada bulan sebelumnya,” tuturnya.

Hal tersebut, kata Reza, seiring meningkatnya aliran modal asing ke pasar surat hutang dan pasar ekuitas hingga penerimaan devisa migas. Di sisi lain, adanya penilaian positif dari PriceWaterhouseCoopers bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia turut direspon positif.  

“Tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai adanya sentimen yang dapat membuat laju Rupiah melemah kembali,” tandasnya.

(mys/JPC)

Kinerja Emiten Positif Kawal IHSG Pekan Depan Optimis Menguat

JawaPos.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan masih bisa melaju di atas level 6.000 dengan sedikit kenaikan meskipun akan cenderung bergerak mendatar atau sidways.  Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, kenaikan tersebut turut didukung oleh meningkatnya volume beli sehingga diharapkan kondisi ini masih dapat terjadi pada pergerakan IHSG selanjutnya.

”Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 6.095-6.115 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 6.138-6.155,” ujarnya Minggu (9/12).

Reza menjelaskan, pergerakan IHSG di akhir pekan masih dapat ditutup positif meski sempat bergerak turun dalam di awal perdagangan. Masih adanya aksi beli cukup membantu IHSG kembali positif meski tipis. 

“Masih adanya sejumlah sentimen positif, terutama dari berbagai berita emiten yang dibarengi dengan positifnya laju bursa saham global sebelumnya cukup membantu IHSG bertahan di zona hijau,” tuturnya.

Sentimen positif dari pernyataan Federal Reserve yang kembali dovish terkait rencana kenaikan suku bunga acuannya direspon positif pelaku pasar karena juga diikuti dengan kenaikan Rupiah. 

Tak ketinggalan, adanya rilis kenaikan cadangan devisa yang dibarengi penilaian positif dari PriceWaterhouseCoopers bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia juga turut direspon positif

“Laju IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support 6.065-6.095,” tandasnya.

(mys/JPC)

Hore! Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD 117,2 M di November 2018

JawaPos.com – Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD 117,2 miliar pada November 2018. Angka ini tumbuh dibandingkan dengan bulan sebelUmnya yang tercatat sebesar USD 115,2 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” Demikian bunyi pernyataan Bank Indonesia (BI) seperti dikutip JawaPos.com dari laman resminya, Sabtu (8/12).

Peningkatan cadangan devisa pada November 2018 terutama berasal dari penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah.

Peningkatan cadangan devisa juga sejalan dengan penguatan rupiah dalam beberapa pekan terakhir yang mampu kembali ke angka Rp 14 ribuan dari sebelumnya hampir menyentuh Rp 15.500 per USD.

“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif,” ungkapnya.

(hap/JPC)

Komentar Sri Mulyani Soal Naiknya Cadangan Devisa Jelang Akhir Tahun

JawaPos.com – Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD 117,2 miliar pada November 2018. Angka ini tumbuh dibandingkan dengan bulan sebelUmnya yang tercatat sebesar USD 115,2 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada dinamika global yang perlu diwaspadai pada akhir tahun ini. kondisi itu perlu antisipasi pemerintah agar tidak ikut terdampak terhadap cadangan devisa maupun perekonomian dalam negeri.

“Pada akhir tahun ini kan sebetulnya banyak dinamika global, banyak sekali keputusan-keputusan akan dibuat pada tingkat korporasi maupun kebijakan (suatu negara). Jadi kita mengantisipasi pada seluruh itu,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/12) malam.

“(Intinya) Kita akan tetap memperhatikan dan terus bereaksi secara berhati-hati terhadap perubahan yang ada,” sambungnya.

Perihal potensi pertumbuhan cadangan devisa di akhir tahun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini enggan berspekulasi. Menurutnya, fundamental perekonomian Indonesia adalah hal terpenting.

“Saya enggak mau berspekulasi, kita lihat saja. Faktor fundamentalnya yang terpenting kita perkuat,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Menko Darmin Sebut Penangkapan CFO Huawei Pengaruhi Pelamahan Rupiah

JawaPos.com – Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah sebesar 0,07 persen ke level Rp 14.525 per USD. Padahal, mata uang Garuda sedang mengalami tren penguatan sejak awal Desember 2018. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut  pelemahan Rupiah diakibatkan karena gejolak dunia yang dianggap aneh.

Ia mencontohkan, salah satu gejolak yang ikut mempengaruhi pelemahan rupiah adalah ditangkapnya Chied Financial Officer Huawei Technologies, Meng Wangzhou di Kanada. Selanjutnya, Meng akan diekstradisi ke AS karena dianggap melakukan pelanggaran.

Padahal, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) belum lama ini sepakat untuk melakukan gencatan perdagangan.

Menko Darmin Sebut Penangkapan CFO Huawei Pengaruhi Pelamahan RupiahIlustrasi penukaran mata uang asing di money changer (DOK.JAWAPOS.COM)

“Memang dunia ini aneh sekali. Ada CFO-nya Huawei ditangkap, malah goyang dunianya. Ini aneh-aneh aja. Pasar itu ada penyakitnya. Itu rada-rada suka lepas reaksinya, berlebihan,” ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12).

Meski demikian, Darmin tetap optimistis Rupiah bakal menguat di akhir tahun. Untuk itu, pihaknya akan fokus pada penguatan kebijakan yang mendorong iklim dan kepercayaan bagi dunia usaha.

“Ada (potensi penguatan). Yang penting kita pelihara confident dari market. Kita bikin kebijakan untuk vokasi kemudian untuk ekspor nanti ekspor apa. Pelan-pelanlah, satu-satu dipelihara iklim dan confidentnya itu akan menguat,” tandasnya.

(hap/JPC)

Tetap Moncer, Asuransi Jiwa Gaet Premi Rp 140,94 T Hingga Q-III 2018

Tetap Moncer, Asuransi Jiwa Gaet Premi Rp 140,94 T di Kuartal III 2018
Pendapat Premi Asuransi Jiwa Capai Rp 140,94 Triliun di Kuartal III 2018

JawaPos.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan pendapatan premi asuransi jiwa Rp 140,94 triliun hingga kuartal III-2018 atau meningkat tipis 1,2 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu diperiode yang sama yakni Rp 139,27 triliun.

Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 94 persen.

Adapun total pendapatan (income), pertumbuhan industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 tercatat mencapai Rp 149,87 triliun atau mengalami perlambatan 15,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 177,42 triliun.

Secara keseluruhan walaupun Total Pendapatan Industri asuransi jiwa mencatat perlambatan sebesar 15,5 persen, namun pertumbuhan premi dan Total Klaim dan Manfaat yang Dibayarkan meningkat masing‐masing 1,2 persen dan 6,7 persen.

“Hal ini memberikan gambaran kinerja industri asuransi jiwa yang tetap tumbuh sampai dengan kuartal III-2018,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/12).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, total pendapatan premi asuransi jiwa yang mencapai Rp 140,94 triliun, didorong oleh bertumbuhnya total premi bisnis baru, yang meningkat sebesar 6,4 persen menjadi Rp 89,58 triliun dan berkontribusi sebesar 63,6 persen terhadap total premi.

“Ini lebih besar dibandingkan kontribusi Total Premi Lanjutan yang nilainya mengalami penurunan 6,8 persen menjadi Rp 51,36 triliun, dan berkontribusi sebesar 36,4 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, produk unit link masih mendorong pertumbuhan total pendapatan premi dengan kontribusi sebesar 58,4 persen dan produk tradisional menyumbang sebesar 41,6 persen. Premi dari saluran distribusi Keagenan turut mengalami pertumbuhan sebesar 6,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 dan memiliki kontribusi terhadap total premi sebesar 39,7 persen

Selanjutnya, dari saluran distribusi alternatif pun turut mengalami peningkatan sebesar 2,5 persen yang berkontribusi sebesar 18,3 persen terhadap total premi di kuartal ketiga 2018.

Selain itu, total Investasi pada kuartal ketiga 2018, mengalami perlambatan 0,02 persen menjadi Rp 457,55 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di 2017. Penurunan tersebut sehubungan dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif. Namun demikian, Total Investasi tetap mengalami kenaikan sebesar 2,6 persen dibanding kuartal kedua 2018.

Instrumen investasi dalam bentuk reksadana tetap menjadi kontributor tertinggi yaitu sebesar 33,3 persen dari total investasi industri asuransi jiwa di Indonesia. Disusul instrumen investasi dari Saham dengan kontribusi terhadap Total Investasi sebesar 32,4 persen dan mengalami kenaikan sebesar 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Industri asuransi jiwa terus tumbuh dan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Industri Asuransi Jiwa juga mengalami perkembangan yang progresif, dan terus meningkatkan pelayanan kepada para nasabah,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Begini Jawaban Anak Buah Sri Mulyani Kepada Ekonom UI Faisal Basri

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengaku prihatin adanya ekonom sekaliber Faisal Basri yang menuding Rupiah menguat karena adanya utang baru.

Menurut Direktur Pinjaman dan Hibah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Schneider Siahaan setelah semester I 2018 Pemerintah tidak lagi menerbitkan SBN Valas hingga akhir tahun ini untuk menutup APBN 2018.

“Dana siaga dari ADB pun baru merupakan komitmen dan belum ditarik untuk rekonstruksi pasca bencana Palu dan Lombok. Sampai saat ini dana APBN masih mampu untuk membiayainya dan dana siaga itu hanya bersifat pelengkap saja dan ditarik sewaktu-waktu sangat-sangat diperlukan,” tuturnya.

Data DJPPR, lanjutnya, juga mendapati data kepemilikan asing juga menurun dari awal tahun. Jadi cukup mengherankan bagaimana dapat dinyatakan penguatan rupiah sekarang terkait dengan penarikan utang valas.

Menurut Schneider Siahaan secara teori ada benarnya penarikan utang valas salah satunya akan mempengaruhi BOP dan menguatkan rupiah. Namun kali ini kasusnya beda, kembalinya Rupiah ke level di bawah Rp 15.000 per dollar AS karena pengaruh dari luar dan dalam.

Pengaruh dari luar salah satunya isu global yang turut melemahkan indeks dollar Amerika Serikat (AS), terutama akibat pernyataan-pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai menenangkan pasar perihal pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir November ini.

Kemudian tren penurunan harga minyak mentah dunia yang cenderung drastis juga turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Akibatnya, mulai bermunculan berbagai ekspektasi akan kemungkinan The Fed yang akan memperlambat kenaikan suku bunganya menjadi tahun depan karena pasar melihat perekonomian global yang bergerak melambat dari perkiraan.

Kabar segar juga datang dari KTT Brexit yang diadakan pekan lalu dinilai menjanjikan karena Inggris dengan Uni Eropa akan membahas rencana pemisahan Inggris dari Eropa pada Maret 2019 mendatang dan kemungkinan besar akan menghasilkan suatu keputusan yang pasti.

“Hal tersebut masih ditambah keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga 25 basis poin dan adanya pemberlakukan stimulus paket kebijakan ekonomi XVI yang dinilai cukup efektif, sehingga dana asing kembali masuk ke Indonesia,” paparnya.

(ask/JPC)

Mahasiswa di Surabaya ‘Serbu’ Pelatihan SPM Reliance Sekuritas

JawaPos.com, – Sebanyak 150 mahasiswa di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya mendapatkan edukasi mengenai seluk beluk pasar modal yang diadakan PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Acara itu dimaksudkan untuk mendorong agar inklusi keuangan di masyarakat semakin meningkat, termasuk di kalangan mahasiswa.

Branch Manager RELI Surabaya Diponegoro Pujo Setyo Basuki, menjelaskan, sebelum pelatihan dimulai, para mahasiswa terlebih dahulu membuka rekening efek. Acara sekolah pasar modal, dilakukan rutin, dengan bekerjasama antara RELI, STIESIA dan BEI. Pembicara dari BEI, dijelaskan Pujo, memberi informasi dan membahas pengertian dasar mengenai investasi pasar modal. Adapun pembicara dari RELI menjelaskan soal teknis dan cara investasi di bursa saham. 

Dalam sekolah pasar modal, juga dijelaskan mengenai seluk beluk dunia investasi mulai dari syarat, tata cara, dan teknis untuk berinvestasi di pasar modal. Termasuk juga soal risiko, keuntungan, dan potensi imbal hasil yang bisa diraih di masa depan dari pasar saham. Juga, berkaitan dengan kondisi fundamental perusahaan-perusahaan yang ada di bursa, berikut pergerakan harga sahamnya. 

“Kami juga menjelaskan mengenai analisa teknikal dan fundamental. Untuk memberi pemahaman yang lebih utuh kepada para mahasiswa. Diharapkan, setelah mengerti, mereka semakin terpacu untuk berinvestasi di pasar modal, melalui RELI,” ujar Pujo di Jakarta, Kamis (6/12). 

Para mahasiswa yang hadir sangat antusias untuk bertanya mengenai dunia investasi baik dari sisi potensi keuntungan maupun risiko dan juga bagaimana mengelola risiko agar investasi dapat terus berkembang.  

“Kami senang mahasiswa banyak mengajukan pertanyaan selama acara, ini menjadi bukti, generasi milenial semakin tertarik dengan investasi,” katanya.

Direktur RELI Sriwidjaja Rauf menambahkan, dalam investasi pasti ada tujuan, baik jangka pendek maupun panjang. Juga, berkaitan dengan tingkat risiko yang dapat diterima, andai kata investasi tengah turun. Dalam berinvestasi, kata Sriwidjaja, masyarakat harus memilih perusahaan atau sekuritas yang jelas, serta memiliki dasar yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dalam hal ini kontrak pembukaan rekening efek yang jelas. 

Menurut Sriwidjaja, sebagai perusahaan broker atau perantara saham/efek, RELI memiliki pengalaman dan jaringan luas di berbagai daerah. Sebagai perusahaan broker atau perantara saham atau efek, RELI memiliki pengalaman dan jaringan luas di berbagai daerah. Reli memiliki jangkauan kantor cabang yang tersebar di daerah, dengan beragam produk sesuai kebutuhan nasabah atau investor. Yang pasti, RELI akan berusaha maksimal mendampingi dan memberi saran. Juga, membantu nasabah mencapai target dan tujuan investasi yang sudah dirancang.

“RELI menggencarkan edukasi ke publik, dengan harapan semakin tumbuh kepercayaan terhadap perusahaan, sehingga publik tak ragu berinvestasi,” kata Sriwidjaja.

(srs/JPC)

BPJS Kesehatan Kembali Dapat Dana Talangan Sebesar Rp 5,2 Triliun

JawaPos.com – Pemerintah akan kembali menyuntikan dana talangan guna mengatasi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Untuk tahap kedua ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan mengenai hal ini. Dana Rp 5,2 triliun tersebut siap akan segera dicairkan.

“Mungkin nanti ditunggu, Insya Allah. Dalam waktu dekat akan dipersiapkan Kemenkeu dan BPJS. Kemenkeu sudah siapkan Rp 5,2 triliun, nantinya akan dikoordinasikan dengan BPJS agar bisa memenuhi kewajibannya hingga akhir tahun,” ujarnya di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12).

Askolani juga memastikan pihaknya telah meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit penagihan iuran oleh BPJS Kesehatan.

“Nanti setelah meeting lalu, akan audit sistem di BPJS untuk diverifikasi lagi di BPKP. Kedua, tentunya kewajiban BPJS akan diaudit BPKP untuk menjadi landasan pemerintah menetapkan kewajiban di 2019,” pungkasnya.

(srs/JPC)

Suntik Dana Talangan ke BPJS Kesehatan Rp 5,2 T, Ini Kata Sri Mulyani

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam outlook Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019, belanja BPJS diperkirakan mencapai Rp 33,8 triliun. Jumlah itu naik dari tahun lalu Rp 29 triliun.

“Kami masih akan mengevaluasi berdasarkan penugasan kepada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit sistem kepada BPJS dari 2400 rumah sakit di Indonesia,” kata Sri Mulyani di Istana Negara, Rabu (5/12). 

Jumlah dana yang dikeluarkan BPJS terus melonjak seiring dengan banyaknya penderita penyakit degeneratif yang bergeser ke usia muda. Tantangan yang dihadapi seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes membuat BPJS mengalami defisit.

Sehingga, lanjutnya, pemerintah bisa melihat betul kondisi keuangan BPJS seperti, sistemnya, tagihan, serta manajemen yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga diharapkan tidak terjadi tunggakan pembayaran klaim BPJS.

“Tak terjadi lagi delay ata penundaan terhadap pembayaran apabila proses tagihan dan verifikasi bisa diperbaiki secara baik dari sisi keakuratan. Kami minta BPKP utntuk melihat kepada keseluruhan sistem kepada BPJS maupun di 2400 rumah sakit,” jelasnya.

Pemerintah mencairkan Rp 5,2 triliun untuk BPJS. Rinciannya Rp 3 trilun dicairkan dan menyusul Rp 2,2 triliun akan dilakukan beberapa minggu kemudian.

“Sambil tetap minta BPKP melakukan persiapan. Kami hanya memberikan waktu sampai 2 bulan lah kepada BPKP untuk bekerja melakukan evaluasi keseluruhan sebagian untuk tagihan Desember. Pemerintah akan mengevaluasi di bulan Januari,” kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Pemerintah akan kembali menyuntikan dana talangan guna mengatasi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Untuk tahap kedua ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan mengenai hal ini. Dana Rp 5,2 triliun tersebut siap akan segera dicairkan.

“Mungkin nanti ditunggu, Insya Allah. Dalam waktu dekat akan dipersiapkan Kemenkeu dan BPJS. Kemenkeu sudah siapkan Rp 5,2 triliun, nantinya akan dikoordinasikan dengan BPJS agar bisa memenuhi kewajibannya hingga akhir tahun,” ujarnya di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12).

(ika/JPC)

Bitcoin Turun, Cyronium Asal Indonesia Diklaim Stabil

JawaPos.com – Cyronium tampaknya terus menunjukkan peningkatan ke arah positif. ‘Bitcoin’ asal Indonesia tersebut dinilai sebagai salah satu cryptocurrency di dunia yang mampu menjaga stabilitas harganya. Pasalnya, November 2018 lalu mata uang kripto tengah diterpa gelombang penurunan harga. Termasuk Bitcoin.

CEO Cyronium Alfan Wahyu Ilham Robbani mengungkapkan, berbeda dengan Bitcoin yang harganya turun lebih dari 80 persen dari titik tertingginya, harga Cyronium hingga saat ini selalu berada di atas harga penjualan perdananya. Cyronium pertama kali dirilis dengan harga pre-sale senilai Rp 25 juta per CYRO (satuan mata uang Cyronium).

Hingga awal Desember 2018, lanjut dia, harga Cyronium stabil bergerak di kisaran Rp 29 juta hingga Rp 31 juta per CYRO. Stabilnya harga cryptocurrency asal Indonesia ini membawa dampak positif pada para token holder (pemilik token Cyronium), terutama yang melakukan pembelian di harga pre-sale.

“Nilai Cyronium yang mereka miliki naik di kisaran 20-24 persen dari harga pembelian saat pertama kali dirilis di pasar. Tak hanya itu, mereka juga akan menerima CYRO Rewards, imbal hasil yang diterima dari program Cyronium untuk menaikkan omzet bulanan puluhan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia,” terang Alfan dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (4/12).

Dia menyebut bahwa saat ini sudah ada lebih dari 18 ribu member Cyronium. Lebih dari 95 persen ikut menikmati dampak positif kenaikan harga Cyronium yang lebih tinggi dari harga beli. “Tak hanya itu, jumlah member yang meraih keuntungan dari jual-beli jangka pendek di exchanger Cyronium juga cukup tinggi,” jelasnya.

Sekadar informasi, Cyronium adalah mata uang kripto yang diciptakan dan diluncurkan di Indonesia. Aset digital ini dibuat dengan jenis teknologi blockchain, yakni teknologi yang sama dengan Bitcoin dan Ethereum. Mata uang kripto ini juga berperan sebagai ‘Platform Scale-Up Usaha Kecil Menengah’. Selain dari selisih harga beli dan jual, pemilik Cyronium juga memperoleh keuntungan berupa CYRO Rewards yang dibagikan setiap enam bulan sekali.

(fab/JPC)

25 Persen di Bawah Standar, GCG Emiten RI Perlu Ditingkatkan

JawaPos.com – Prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance(GCG) perusahaan publik (emiten) di Indonesia perlu ditingkatkan. Sebanyak 25 persen dari total 200 emiten yang dinilai masih di bawah standar minimum.

Sebanyak 200 emiten dinilai itu terbagi dua kategori. Sebanyak 100 emiten di antaranya masuk kategori emiten dengan nilai kapitalisasi pasar besar (big cap) dan 100 emiten lainnya merupakan medium cap.

Penilaian dilakukan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) selama enam bulan dan hasilnya akan diumumkan pada 10 Desember 2018. Riset sudah dilakukan sejak enam bulan lalu.

Direktur Eksekutif IICD Vita Diani Satiadhi mengungkapkan biasanya penilaian GCG emiten dengan mengikuti standard Organization for Economic Cooperation & Development (OECD) itu dilakukan hanya kepada emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar.

”Tapi tahun ini kami inisiatif untuk melibatkan mid cap (emiten dengan nilai kapitalisasi pasar menengah) supaya terjadi pemerataan. Kasihan kalau hanya big cap terus. Supaya literasi juga semakin dalam,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (3/12).

Hasilnya, sekitar 25 persen emiten masih di bawah standar nilai minimum yaitu sebesar 66 poin. Nilai minimum tersebut merupakan asumsi tercapainya minimal satu poin pada setiap item penilaian dari praktik GCG.

Secara rinci, para emiten dengan performa tata kelola kurang mumpuni itu sekitar 20 emiten di antaranya dari kelompok big cap dan sekitar 30 emiten dari kelompok mid cap. ”Saya kira ini perlu menjadi perhatian semua pihak dan menjadi bahan review bagi regulator terutama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mendorong para emiten tentang pentingnya penerapan GCG,” paparnya.

Anggota Dewan Pembina IICD, James Simanjuntak, mengungkapkan seluruh standard dan poin penilaian GCG penting untuk dijalankan emiten. Terlebih praktik yang sama juga dilakukan perusahaan di Negara lain dan memertimbangkan kepentingan banyak pihak termasuk investor.

Study empiris, menurutnya, membuktikan praktik GCG merupakan langkah pencegahan (preventif) atas berbagai risiko pada perusahaan.

”Maka secara empiris juga kecenderungannya, perusahaan dengan GCG yang tinggi berimbas pada tingginya nilai kapitalisasi pasar. Artinya, praktik yang baik itu diapresiasi oleh investor,” James menuturkan.

Meski angka perusahaan yang tata kelolanya masih di bawah standar relatif tinggi, James tetap mengapresiasi terus tumbuhnya angka rata-rata praktik GCG dilakukan emiten di Indonesia.

Penilaian pada 2018 dari hasil kinerja 2017 menghasilkan angka rata-rata sebesar 67,77 poin. Naik dibandingkan 67,51 poin pada tahun lalu dan 63,49 poin pada tahun sebelumnya lagi.

James mengungkapkan nilai tertinggi diraih salah satu emiten pada penilaian kali ini mencapai angka 109,9 poin. Diraih salah satu perusahaan kategori big cap. Sebaliknya nilai terendah meraih skor 30,9 poin.

IICD melakukan penilaian GCG emiten sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing emiten. IICD ditunjuk OJK sebagai Domestic Ranking Body (DRB) untuk melakukan penilaian perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia berdasarkan pendekatan Asean Corporate Governance Scorecard sejak 2015.

(srs/JPC)

Sri Mulyani Cerita Perbedaan 10 Tahun Forum G20 Lalu Dan Kini

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara soal perekonomian dunia yang kini dinilainya punya tantangan sangat berat untuk kembali stabil. Menurutnya, 10 tahun berlalu, pertemuan G20 di Buenos Aires -Argentina berada dalam suasana yang berbeda. Kekompakan dan kesepakatan bersama saat itu seperti menguap saat ini. Selain pemulihan ekonomi masih belum merata, kebijakan ekonomi antara negara semakin tidak sinkron dan tidak searah.

“Ketegangan akibat kebijakan konfrontasi perdagangan, gejolak nilai tukar di negara emerging, harga komoditas terutama minyak bumi yang naik turun seperti roller coaster, dan persaingan kebijakan pajak yang berlomba saling menurunkan (race to the bottom),” ujarnya dalam facebook, Minggu (2/11).

Menurutnya, ada kemajuan penting dicapai melalui forum G20. Reformasi regulasi sektor keuangan dan perbankan sudah dilakukan yang diharapkan dapat mencegah terjadinya pemupukan resiko berlebihan di sektor keuangan.

Selain itu ada kemajuan penting dalam kerjasama perpajakan antara negara dengan kerjasama memerangi penghindaran pajak melalui Base Erosion Profit Shifting (BEPS) dan Automatic Exchange of Information (AEOI), serta perpajakan ekonomi digital.

“Indonesia memanfaatkan kerjasama ini untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan meningkatkan basis pajak terutama pada kelompok “high wealth” yang selama ini mudah memanfaatkan tax haven dan kelonggaran regulasi antar negara,” tuturnya.

Namun, kata Ani, banyak tantangan belum terjawab dan resiko besar masih melingkupi dan membayangi perekonomian dunia. Lonjakan utang di berbagai negara maju dan negara berkembang, juga kenaikan utang korporasi menimbulkan beban dan resiko ekonomi yang nyata.

“Alhamdulillah, Indonesia memiliki tingkat dan rasio utang yang rendah dan terjaga. Kita harus terus menjaga kehati-hatian dalam kebijakan fiskal dan memperdalam sektor keuangan untuk menjaga stabilitas dan menghindari gejolak global,” imbuhnya.

Sri Mulyani menambahkan, Perang dagang antara negara melahirkan keinginan G20 untuk melakukan reformasi multilateral World Trade Organization.

Indonesia harus menyiapkan materi dan posisi yang jelas dan negosiator yang unggul dalam menghadapi era perang dagang bilateral dan melemahnya mekanisme solusi multilateral yang makin kompleks.

Selain itu ancaman dan peluang digital ekonomi terhadap kesempatan dan jenis kerja di masa depan terus menjadi perhatian G20, selain implikasinya terhadap kebijakan kenetagakerjaan, jaring pengaman sosial, dan perpajakan.

“Dunia akan semakin komplek dan globalisasi serta kemajuan teknologi akan memberikan banyak kesempatan untuk maju dan mengejar ketertinggalan, namun juga menyajikan kerumitan dalam mengelola perekonomian dan sosial suatu negara. Indonesia harus makin keras dan cerdas dalam membangun perekonomian kita,” tuturnya.

Fokus Presiden Jokowi untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur adalah benar yaitu untuk pemerataan dan peningkatan produktivitas dan daya kompetisi negara kita. Indonesia tetap perlu membangun kapasitas anak-anak bangsa dalam memahami dan menghadapi globalisasi ekonomi, perubahan teknologi dan dinamika geo-politik yang makin rumit dan menantang.

“Ini tantangan yang harus dihadapi dan dijawab oleh generasi milenial kita. Apakah anda semua bersedia menjawab tantangan ini?,” tandasnya.

(mys/JPC)

Perang Dagang Mereda, Rupiah Menguat 14.245

JawaPos.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menguat karena imbas angin segar dari meredanya perang dagang antara AS-Tiongkok.

Mengutip yahoofinance saat ini rupiah berada di level 14.245. Dollar indeks diperkirakan melemah ke level 96,4-96,6 terhadap mata uang kuat utama dunia lainya.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail memprediksi, rupiah masih akan terus menguat  dengan memanfaatkan pelemahan dolar Paman Sam.

Menurunya, pelemahan tersebut masih disebabkan dovish-nya pernyataan Powell di New York kemarin terkait tingkat suku bunga AS yang diperkirakan sudah mendekati level netral. 

Pelemahan terhadap dollar indeks tersebut diperkirakan dapat berlanjut selepas pertemuan G-20 yang akan berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu antara Presiden Trump dan Xi Jinping lalu dapat menghasilkan solusi atas masalah perang dagang yang tengah berlangsung antara AS-Tiongkok. 

(mys/JPC)

Begini Gaya Sri Mulyani Yakinkan Investor Asing di Forum G20

JawaPos.com – Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi guna menarik investasi jangka panjang yang berkelanjutan. Strategi ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sesi diskusi panel Investor Forum yang diselenggarakan dalam rangkaian Forum G20 di Buenos Aires, Argentina hari ini.

Ia mengungkapkan, strategi pertama Indonesia adalah merancang kebijakan publik secara baik dan stabil agar terdapat kepastian hukum dan investasi. Yang kedua, pemerintah harus dapat menjadi institusi publik yang dipercaya (trusted) dengan reputasi yang baik. Yang ketiga, Pemerintah harus memiliki dan menguasai risiko politik yang sering terjadi di negara berkembang.

“Melalui ketiga hal tersebut di atas, Pemerintah Indonesia dapat merancang instrumen dan kebutuhan atas Public Private Partnership (PPP) untuk memenuhi kebutuhan atas pembiayaan infrastruktur. Negara emerging market bisa mereplikasi apa yang sudah dilakukan Indonesia dengan berbagai inovasi tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/11).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa perekonomian Indonesia dalam keadaan baik dan menarik untuk investasi. Pertumbuhan ekonomi stabil pada level 5,08 persen pada triwulan III-2018, outlook inflasi selama tahun 2018 di bawah 3,5 persen, dan tren investasi meningkat dan memberikan imbas positif pada perekonomian.

“Namun demikian, Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan dan risiko global karena adanya peningkatan tensi perang dagang dan pengetatan likuiditas,” kata dia.

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyampaikan, Indonesia telah menyiapkan serangkaian strategi untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kompetisi untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Beberapa hal yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan investasi, dilakukan dengan mengeluarkan 16 paket kebijakan ekonomi, termasuk penyederhanaan izin perusahaan melalui online single window untuk investasi, dan memperluas pemberian insentif fiskal melalui tax holiday dan tax allowance.

“Dalam menarik investor, pemerintah melakukan deregulasi aturan untuk mendorong pembangunan infrastruktur seperti penjaminan pinjaman kepada BUMN untuk menangani proyek infrastruktur, akselerasi pengadaan tanah dan pembayaran untuk masyarakat yang terdampak, serta berbagai paket kebijakan untuk memperkuat tingkat keyakinan pemilik modal untuk menginvestasikan dana ke Indonesia,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Di Forum G20, Indonesia komit Tangani Perubahan Iklim Secara Konsisten

JawaPos.com – Wakil Presiden RI  Muhammad Jusuf Kalla membahas pentingnya memberi perhatian pada isu pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim dalam rapat G20, khususnya membangun kesamaan pandangan antar pemimpin negara.

“Pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim adalah dua isu global yang terkait erat yang perlu diatasi secara bersama-sama,” ujarnya dalam siaran persnya, Minggu (2/12).

Terkait perubahan iklim, JK menyampaikan, sebagai negara kepulaian terbesar di dunia, perubahan iklim sangat terasa dampaknya di Indonesia. JK mengaku senang ketika banyak diskusi dan perundingan di taraf global tentang perdagangan dan pajak karbon. Karena hal itulah yang menjadi salah satu kunci untuk menangani perubahan iklim.

Sayangnya, bagi JK, mekanisme perdagangan karbon belum berjalan efektif.

“Indonesia prihatin dengan fakta bahwa mekanisme dan harga carbon trade masih jauh dari harapan yang dapat secara efektif memberikan insentif bagi reforestasi dan konservasi hutan,” tuturnya.

JK menyebutkan bahwa keberhasilan penanganan isu perubahan iklim inilah yang juga akan mendorong kesuksesan agenda Pembangunan Berlanjutan atau sering kita sebut SDGs.

“Semua aksi mitigasi perubahan iklim, dapat mengakselerasi implementasi SDGs. Hal ini berpengaruh pada keberlanjutan pembangunan kami,” tandasnya.

Dengan demikian, JK menegaskan bahwa Indonesia tidak main-main dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang pro pembangunan berkelanjutan. Sebuah laporan bertajuk Review Sukarela Nasional pertama di tahun 2017 telah membahas upaya Indonesia dalam agenda-agena SDGs.

“Review tersebut telah mengangkat keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat perekonomian untuk menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan,” imbuhnya.

JK mengungkapkan bahwa dalam kaitan dua isu utama di atas, Indonesia bangga karena pada titik ini bisa mengangkat sebuah produk finansial bernama Green Sukuk Indonesia. Sukuk atau surat utang negara tersebut adalah obligasi syariah pertama di dunia.

Upaya ini dipandang sebagai upaya inovatif untuk mendorong pembangunan yang ‘hijau’, berkelanjutan dan dapat melibatkan berbagai pihak misalnya swasta dan pemerintah.

“Inovasi (Green Sukuk) ini bertujuan untuk mengangkat pendanaan swasta untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan, sekaligus menempatkan perekonomian Indonesia di jalur menuju pembangunan rendah karbon dan tahan perubahan iklim,” tutupnya.

(mys/JPC)

Sejak Awal Berdiri, SMF Salurkan KPR Hingga Rp 45,34 Triliun

JawaPos.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Melalui berbagai inisiatif produk atau program serta peningkatan kinerja yang telah direalisasikan hingga Oktober ini. 

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan, sejak awal berdirinya, SMF telah mengalirkan dana ke Penyalur KPR sampai dengan 31 Oktober 2018 kumulatif mencapai Rp 45,34 triliun. 

Terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp 10,16 triliun dan penyaluran pinjaman Rp 35,18 triliun. Dimana dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 753 ribu debitur dari Aceh hingga Papua. 

“Untuk transaksi sekuritisasi, Sejak 2009 sampai dengan 2018 ini, SMF telah memfasilitasi 12 kali transaksi sekuritisasi. Sedangkan, untuk kerjasama pembiayaan, SMF telah bekerjasama dengan Bank Umum, Bank Syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Perusahaan Pembiayaan,” katanya, dalam konferensi pers di D’Omah Hotel, Kabupaten Bantul, Jumat (30/11). 

Untuk penerbitan surat utang, sejak 2009 sampai dengan saat ini telah melakukan 33 kali penerbitan surat utang dengan total nilai Rp 24.77 triliun.

Dalam memperkuat perannya sebagai SMV dan fiscal tools Pemerintah, SMF juga aktif melakukan inisiasi beberapa produk/program, diantaranya yaitu pembiayaan perumahan di daerah yang terdampak bencana (Program KPR SMF Paska Bencana). Kemudian, program penurunan beban fiskal, program pembiayaan homestay di empat destinasi wisata, dan program pembangunan rumah di daerah kumuh di 32 kota.

Pada inisiasi pertama, yakni Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah dalam program KPR FLPP. SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP. Sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen.

Dengan adanya dukungan SMF, jumlah rumah yang akan dibiayai meningkat. Dari semula 60.000 unit menjadi 72.000. Sekaligus memberikan dampak positif yaitu  semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP.

Disamping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect. 
Program kedua, yaitu Program Pembiayan Homestay di destinasi wisata. Program ini 
merupakan program yang ditujukan untuk mendukung program Kementerian Pariwisata. SMF bekerjasama dengan BUMDes sebagai lembaga penyalur dan Pokdarwis (kelompok sadar wisata). 

(dho/JPC)

OJK : Perbankan Siap Terapkan Kelanjutan Standar Basel III

JawaPos.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso menyatakan perbankan nasional berada dalam kondisi yang bagus dan siap menerapkan kelanjutan standar Basel III. Penerapan kelanjutan Basel III beberapa hal akan disesuaikan dengan kondisi perbankan nasional secara proporsional.

“Kita siap menerapkan kelanjutan standar Basel III. Perbankan kita saat ini well capitalized dengan CAR mencapai 23 persen dan didominasi oleh modal inti,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (30/11).

Tidak seperti pada Basel I dan II yang diterapkan di seluruh bank umum, penerapan standar Basel III ini hanya diterapkan pada golongan bank tertentu, khususnya Bank BUKU 4, BUKU 3 dan Bank Asing. Disamping itu, Wimboh juga mengatakan, inovasi keuangan harus tetap didorong karena bermanfaat untuk membuka akses keuangan bagi masyarakat.

“Apalagi untuk kondisi Indonesia yang memiliki 260 juta penduduk yang tersebar di sekitar 17.000 pulau,” tuturnya.

Namun, Indonesia juga telah menyiapkan payung regulasi untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul seperti cyber risk, pencucian uang dan pendanaan teroris serta mengedepankan market conduct yang memadai untuk melindungi konsumen.

(mys/JPC)

Sindir Prabowo Soal Impor Pangan, Luhut: Negara Kita Enggak Miskin

JawaPos.com – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut utang Indonesia selama ini hanya digunakan untuk impor pangan. Hal itu tidak sejalan dengan kondisi sumber daya alam (SDA) Indonesia yang dianggap melimpah.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa ucapan tersebut tidak sesuai dengan data. Selain itu, Indonesia juga bukan negara miskin yang mengandalkan utang untuk pembiayaan impor.

“Kamu kan bisa lihat datanya. Negara kita nggak miskin,” ujarnya di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat (30/11).

Sindir Prabowo Soal Impor Pangan, Luhut: Negara Kita Enggak MiskinCalon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (Dok. JawaPos.com)

Lebih lanjut, Luhut menegaskan, Indonesia tidak memiliki masalah terkait pembiayaan impor. Apalagi pada tahun ini penerimaan pajak juga meningkat.

“Mereka itu pura-pura nggak tahu itu, penerimaan pajak kita meningkat. Nggak ada masalah financing,” ungkapnya.

Bahkan, Luhut mengutip pernyataan dari International Monetary Fund (IMF) soal pengelolaan utang Indonesia yang dinilai baik. “Orang IMF bilang, financing (pengelolaan keuangan) kita baik kok. Kita salah satu utang yang paling rendah di dunia,” tandasnya.

(ce1/hap/JPC)

BTN Targetkan Kredit Tumbuh 19 Persen di 2019

JawaPos.com – Belum pulihnya perekonomian global yang berdampak ke perekonomian di dalam negeri dan kondisi suhu politik yang diprediksi akan memanas jelang pemilihan presiden diperkirakan tidak berpengaruh besar terhadap sektor properti.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimitis pertumbuhan kredit tahun depan bisa tumbuh di kisaran 16-19 persen tahun depan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 15 persen.

Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, target pertumbuhan yang masuk dalam rencana bisnis bank (RBB) tersebut merupakan target konservatif dengan mempertimbangkan beberapa kondisi.

“Pertumbuhan itu sudah memperhitungan berbagai kemungkinan yang terjadi, seperti tingkat bunga dan kondisi perekonomian dunia yang belum pulih benar,” ujar Maryono dalam media gathering Bank Tabungan Negara di Semarang, Jumat (30/11).

Kenaikan suku bunga acuan BI yang telah terjadi sebanyak 6 kali menjadi 6 persen dari sebelumny sebesar 4,25 persen diperkirakan masih akan berlanjut tahun depan. “Kita proyeksikan BI 7 Days Repo Rate yang ad diposisi akhir 2018 sebesar 6 persen pada tahun depan jadi 6,5 persen,” imbuh Maryono.

Maryono menambahkan, target RBB BTN juga disesuaikan dengan adanya Pemilu legisiatif dan presiden yang akan dilakukan serentak pada 2019. Namun dia menilai pengaruh tahun politik sangat kecil terhadap bisnis BTN.

“Kami berharap Pemilu berjalan damai dan lancar sehingga tidak mengganggu iklim bisnis di Indonesia. Pemilu itu bulan April setelah itu akan berjalan seperti biasa. Jadi pengaruhnya kecil tahun politik ini,” tegasnya.

Menurut Maryono dengan melihat kondisi tersebut, BTN optimistis tahun 2019 bisa menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 850.000 unit. Jumlah itu naik 100.000 unit dibandingkan target tahun ini yang sebesar 750.000 unit.

Lebih lanjut Maryono menuturkan, untuk mencapai target dalam RBB itu, perseroan telah menetapkan beberapa strategi. Di antaranya memperkuat kontribusi pertumbuhan KPR Subsidi (SSB, FLPP, BP2BT dan TAPERA), meningkatkan pertumbuhan KPR Non Subsidi dengan skema KPR segmen MBR dan ASN, memperkuat peran BTN HFC dan mengembangkan inisiatif yang mendukung pengembangan bisnis developer hunian bersubsidi.

Selain itu, BTN juga akan melakukan streamlined proses penyaluran KPR Subsidi, memperluas aliansi strategis dengan developer di luar pulau Jawa dan mengembangkan model bisnis untuk konsumen mass informal.

”Harapannya tahun depan kontribusi kami terhadap program sejuta rumah lebih besar lagi,” jelasnya.

(ask/JPC)

Minim Katalis Positif, Rupiah Masih Akan Bergerak Di 14.500

JawaPos.com – Perdagangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepertinya akan kembali melemah namun masih dalam level 14.500 an. Diharapkan sentimen negatif dapat lebih berkurang sehingga laju Rupiah tetap bertahan positif. 

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, adanya keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan kebijakan preemptive dan ahead the curve guna menjaga stabilitas ekonomi pada 2019, berpotensi membuat suku bunga semakin meningkat sehingga pelaku pasar cenderung bereaksi negatif meskipun akan positif untuk pergerakan Rupiah. 

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.530-14.515,” ujarnya Kamis (29/11).

Selain itu, Reza juga mengatakan, Pergerakan USD yang cenderung menguat jelang pertemuan KTT G-20 Summit yang akan mempertemukan Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang Asia, termasuk Rupiah yang berbalik melemah. 

“Di sisi lain, sejumlah sentimen positif dari dalam negeri belum cukup mampu mengangkat Rupiah yang dibarengi dengan penguatan USD tersebut,” tututnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, komentar The Fed terkait dengan arah suku bunga yang cenderung netral membuat kenaikan USD tertahan sehingga diharapkan dapat direspon positif Rupiah untuk dapat berbalik naik. 

“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” tandasnya.

(mys/JPC)

The Fed Hati-Hati, Dolar Anjlok dan Rupiah Menguat ke Level 14.387

JawaPos.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sumringah pagi ini menyusul anjloknya dolar yang diterpa sentimen The Fed. Mengutip yahoofinance, rupiah sukses menguat ke level 14.387.

Mengutip laman Reuters, Kepala Federal Reserve Jerome Powell mengatakan suku bunga hanya di bawah netral. Hal tersebut meningkatkan ekspektasi bank sentral lebih dekat ke akhir siklus kenaikan suku bunganya.

“Powell mengatakan tingkat suku bunga, di rentang 2-2,25 persen, saat ini “di bawah” kisaran luas perkiraan netral, yang pada September lalu tercatat 2,5-3,5 persen, demikian laporan Reuters dan Xinhua, di New York, Rabu (28/11) waktu setempat.

Disamping itu, Presiden Donald Trump juga menyatakan frustrasi dengan kenaikan suku bunga Fed karena dapat merugikan perekonomian.

Risalah rapat The Fed 7-8 November, yang dirilis Kamis, akan dicermati untuk indikasi lebih lanjut tentang berapa kali bank sentral Amerika itu kemungkinan menaikkan suku bunga.

Pelaku pasar juga fokus pada KTT G20 di Buenos Aires, akhir pekan ini, di mana Trump dan rekannya dari China, Xi Jinping, dijadwalkan untuk membahas masalah perdagangan yang kontroversial.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,31 persen menjadi 96,99. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1376 dari USD1,1295, dan pound Inggris meningkat jadi USD1,2834 dari USD1,2733 di sesi

Sebelumnya Dolar Australia menguat ke posisi USD0,7314 dari USD0,7223.
Sementara itu, dolar AS dibeli 113,53 yen, lebih rendah dari 113,78 yen pada sesi sebelumnya. Kurs greenback turun menjadi 0,9930 franc Swiss dari 0,9986 franc Swiss, dan melemah jadi 1,3271 dolar Kanada dari 1,3299 dolar Kanada.

(mys/JPC)

Melantai Di Bursa, Saham Sentral Mitra Informatika Naik 49,65 Persen

JawaPos.com – Hari ini, perusahaan penjual alat-alat elektronik PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia menjadi emiten yang ke-53 tahun ini melalui pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan yang melepas 154,6 juta saham atau setara dengan 21,6 persen ke publik dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga Rp 285 per saham dari harga penawaran Rp 260-Rp310 per saham. Sehingga, perusahaan akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 44 miliar.

Dalam debut perdananya, saham LUCK melonjak naik 142 poin atau 49,65 persen ke level Rp 428 per lembar saham. Saham ditransaksikan sebanyak satu kali dengan volume sebanyak satu lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 42.800.

“Suatu pencapaian besar dan bersejarah hari ini dapat menjadi perusahaan publik. Kami berharap nanti bisa memberikan dividen yang cukup,” ujar Komisaris Utama LUCK Caroline Himawati Hidajat di Gedung BEI, Rabu (28/11).

Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk PT Philip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana efek (underwriter) dalam aksi ini. Dana hasil IPO yang senilai Rp44,06 miliar akan digunakan perseroan sebanyak 20 persen untuk sewa tempat, sebesar 50 persen untuk pembelian aset berupa printer dan sisanya yakni 30 persen digunakan untuk modal kerja.

Sebagai informasi, PT Sentral Mitra Informatika sendiri mengawali bisnisnya dengan menjual alat-alat elektronik seperti komputer, printer, notebook dan menawarkan solusi bagi konsumen korporasi dalam efisiensi biaya percetakan.

(mys/JPC)

Cerita Menko Darmin Soal Awal Mula Keperkasaan Dolar AS

JawaPos.com – Dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu mata uang terkuat di dunia saat ini. Hampir seluruh negara di dunia menggunakan mata uang USD untuk bertransaksi dengan mitra dagangnya secara internasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membeberkan awal mula dolar menjadi mata uang yang kuat dan digemari. Hal itu dimulai saat mata uang tersebut dijamin oleh sebuah emas. Era itu dimulai saat kepemimpinan Presiden AS pada masa tersebut yakni Richard Nixon.

“Anda kalau punya dolar (saat itu) bisa klaim ke bank sentral AS dengan emas,” ujarnya dalam sebuah seminar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/11).

Tidak lama setelah itu, Nixon memutuskan untuk tidak lagi menjamin dolar dengan emas. Alasannya, kepemilikan emas AS tidak mampu memenuhi semua pemilik dolar.

“Apalagi waktu itu presiden Perancis tiba-tiba mempersoalkan ini,” tuturnya.

Nixon pun tidak kehabisan akal. Ia tahu bahwa semua negara di dunia cukup meminati mata uang negaranya.

Kemudian, Nixon mencoba menghubungi Arab Saudi untuk melakukan kesepakatan penggunaan dolar saat bertransaksi membeli minyak.

Upaya itu rupanya tidak menemui hambatan. Arab sepakat dan langsung membawa kesepakatan itu untuk dibahas dengan OPEC. Organisasi negara-neagra pengekspor minyak bumi itu juga ikut setuju. Sehingga, transaksi pembelian minyak wajib menggunakan dolar dan hal itu juga ikut merembet pada transaksi lainnya.

“Makanya transaksi (beli minyak) bukan dengan mata uang negaranya tapi dengan dolar, makanya jadilah petro dolar. anda pingin minyak? anda harus punya dolar,” tandasnya.

(hap/JPC)

Sepanjang 2018, Dana Asing Lari Rp 44,99 T dari Indonesia

JawaPos.com – Transaksi di pasar saham Indonesia masih mengalami penurunan meskipun Indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan laku sempat menyentuh diatas level 6.000.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hani Ahadiyani menyampaikan, selama sepekan laku memang mencatatkan peningkatan pada frekuensi transaksi harian sebesar 2,90 persen menjadi 392,86 ribu kali transaksi dari 381,77 ribu kali transaksi dari pekan lalu.

Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 94 miliar di sepanjang pekan ini dan investor asing sepanjang 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp 44,99 triliun.

Sedangkan untuk data perdagangan harian lainnya seperti rata-rata volume transaksi mengalami penurunan sebesar 3,20 persen menjadi 9,36 miliar unit saham dari 9,67 miliar unit saham dari pekan sebelumnya

“Untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan terakhir juga mengalami perubahan sebesar 10,29 persen menjadi Rp 7,31 triliun dari Rp 8,15 triliun pada penutupan pekan sebelumnya,” ujarnya dalam siaran persnya, Minggu (25/11).

Sementara itu pada penutupan perdagangan pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan sebesar 0,10 persen ke level 6,006.20 dari 6,012.35 pada pekan sebelumnya.

Sehingga, nilai kapitalisasi bursa selama sepekan juga mengalami penurunan sebesar 0,06 persen menjadi sebesar Rp 6,79 triliun dari Rp 6,80 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

(mys/JPC)

IHSG Dibuka Rebound Ke 5.955, 4 Saham Ini Berpeluang Emas

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia pada perdagangan pagi ini kembali berbalik menguat  setelah seharian kemarin melaju di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 7,7 poin atau 0,13 persen ke 5.955.

Sementara Indeks LQ45 naik 0,95 poin atau 0,1 persen menjadi 946,28, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,26 poin atau 0,0 persen ke 663,35, dan indeks IDX30 naik 0,32 poin atau 0,1 persen ke 521,37.

Pada pembukaan pagi ini, ada 142 saham menguat, 51 saham melemah, dan 96 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 269 miliar dari Rp 474 juta lembar saham diperdagangkan.

Sementara itu, untuk sektor penggerak IHSG bergerak dua arah. Di mana sektor properti menguat 0,9 persen, sedangkan aneka industri melemah 0,5 persen.

Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko mengatakan, IHSG hari ini diperkirakan mengalami technical rebound menuju area atas 5.970, setelah kemarin mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 0,95 persen ke level 5.948.

“Kami melihat secara teknikal koreksi IHSG akibat tekanan volatilitas regional tertahan oleh bargain hunting pada saham big cap dan lapis kedua pilihan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/11). 

Menurutnya, kondisi tersebut bisa dikatakan pergerakan IHSG siap untuk melakukan technical rebound dalam upaya bermain kembali di kisaran 5.970-6.000, setelah kemarin mampu bertahan di atas level support.

Dengan demikian, di tengah potensi rebound pada laju IHSG hari ini, Yuganur merekomendasikan empat saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:

1. PT United Tractors Tbk (UNTR), dengan target profit taking di kisaran Rp 33.700-34.700, memiliki dua pilihan masuk di level Rp 31.700 dan Rp 31.200, disarankan cut loss pada posisi Rp 30.700.

2. PT Timah Tbk (TINS), dengan target profit taking di kisaran Rp 705-715, memiliki dua pilihan masuk di level Rp 660 dan Rp 650, disarankan cut loss pada posisi Rp 635.

3. PT Astra International Tbk (ASII), dengan target profit taking di kisaran Rp 8.650-8.750, memiliki dua pilihan masuk di level Rp 8.375 dan Rp 8.275, disarankan cut loss pada posisi Rp 8.175.

4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dengan target profit taking di kisaran Rp 3.650-3.850, memiliki dua pilihan masuk di level Rp 3.420 dan Rp 3.380, disarankan cut loss pada posisi Rp 3.320. 

(mys/JPC)

BI Perbarui Kerja Sama Perjanjian Swap dengan Tiongkok

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Tiongkok (People’s Bank of China – PBC) memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Bilateral Currency Swap Arrangement – BCSA). Perpanjangan sekaligus pertambahan nilai perjanjian tersebut ditandatangani oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dan Gubernur PBC, Yi Gang, pada Jumat, (16/11).

“Perjanjian swap bilateral ini merefleksikan penguatan kerja sama moneter dan keuangan antara BI dan PBC, sekaligus menunjukkan komitmen kedua bank sentral untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah berlanjutnya ketidakpastian di pasar keuangan global,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis, Senin (19/11).

BI Perbarui Kerja Sama Perjanjian Swap dengan TiongkokPerjanjian berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.

Perry optimis kerja sama dengan bank sentral lain dapat semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia. “Perjanjian ini juga menunjukkan kuatnya kerja sama bidang keuangan antara Indonesia dan Tiongkok,” tutupnya.

Sekedar informasi, Sebagai informasi, perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (local currency bilateral swap agreement – LCBSA) merupakan bentuk kerja sama keuangan bilateral yang lazim dilakukan oleh bank sentral.

Perjanjian ini memungkinkan salah satu bank sentral untuk mendapatkan valuta asing dari bank sentral lainnya dengan menukarkan mata uang lokal dalam kurs yang berlaku, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali menggunakan kurs yang sama pada periode jatuh tempo yang disepakati.

(hap/JPC)

Terus Menghijau , IHSG Loncat ke 6.012 di Penutupan Akhir Pekan

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia sukses menguat hingga akhir perdagangan pekan ini dan kembali berpijak di zona 6.000. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup di zona hijau dengan membukukan kenaikan 56 poin atau 0,95 persen ke level 6.012. Sedangkan indeks LQ45 naik 12,923 poin ke 959,156.

Sementara itu, Indeks Dow Jones naik 0,83 persem, S&P 1,06 persen, dan Nasdaq terangkat dan 1,72 persen. Indeks Nikkei 225 turun 0,057 persen ke 21.680,340, Indeks Hang Seng naik 0,31 persen ke 26.183,529, Indeks Komposit Shanghai naik 0,41 persen ke 2.679,110, dan Indeks Strait Times naik 0,95% ke 3.083,600.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 78.550, Gowa Makassar Tourism (GMTD) naik Rp 825 ke Rp 14.800, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 700 ke Rp 11.000, dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 650 ke Rp 24.825.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 575 ke Rp 6.700, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 22.775, Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) turun Rp 300 ke Rp 2.400, dan United Tractors (UNTR) turun Rp 275 ke Rp 34.800.

(mys/JPC)

Waspada! Ini Ciri-Ciri Kredit Online Ilegal

JawaPos.com – Maraknya layanan jasa keuangan digital atau financial technology (Fintech) membuat masyarakat tergiur mencicipi manisnya kemudahan kredit online. Hanya dengan mengunduh aplikasi, mengisi formulir dan mengunggah kartu identitas, dana segar pun mengucur.

Namun, beberapa waktu terakhir mulai terkuak banyak perusahaan penyedia kredit online atau aplikasi kredit ilegal meresahkan masyarakat. Perusahaan itu mematok bunga amat tinggi. Sehingga banyak nasabah akhirnya terlilit utang yang kian membengkak.

Fintech ilegal umumnya mematok bunga sangat tinggi, denda harian besar, pemotongan biaya administrasi hampir separuh pinjaman, hingga pembajakan data kontak di handphone pengguna. 

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat ingin menggunakan jasa kredit online. Salah satu cirinya, biasanya perusahaan illegal tersebut menyamarkan identitas. Misalnya tak pernah mencantumkan alamat perusahaan dalam aplikasi.

Sehingga lal tersebut dapat mempersulit gugatan di kepolisian karena sejak awal mereka berniat culas menguras dompet nasabah.

“Jadi kalau ada seseorang ingin melaporkan atau menyampaikan gugatan ke polisi, maka pencarian alamat tidak akan pernah ketemu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/11).

Kemudian, lanjutnya, fintech illegal sangat mudah memberikan pinjaman. Begitu calon nasabah mengisi formulir maka dana bisa langsung dicairkan. Jika Fintech resmi tak mungkin semudah itu karena akan menanyakan keakuratan data lain seperti pekerjaan dan slip gaji.

“Tujuannya memang begitu, gampang kan? Jadi kalau anda tidak bayar anda diteror nanti. Sangat mudah memberi pinjaman, ini menggiurkan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, kredit online ilegal mampu mengakses data kontak dan data pribadi. Jadi ketika gagal membayar, hal itu yang digunakan oleh mereka untuk meneror. Sementara untuk fintech legal sangat dilarang untuk mengakses data pribadi pengguna dengan alasan hukum. Fintech legal juga dilarang menagih di luar jam kerja

(mys/JPC)

Defisit Transaksi Berjalan Indonesia USD 8,8 Miliar Triwulan III-2018

JawaPos.com – Tingginya defisit neraca migas dan naiknya permintaan barang impor telah memacu defisit transaksi berjalan. Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sebesar USD 8,8 miliar sepanjang triwulan III-2018.

Angka defisit di triwulan III-2018 itu 3,37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya sebesar USD 8,0 miliar atau 3,02 persen dari PDB.

“Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif defisit neraca transaksi berjalan hingga triwulan III-2018 tercatat 2,86 persen PDB sehingga masih berada dalam batas aman,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman Zainal dalam keterangan resmi, Jumat (9/11).

Ia menjelaskan, peningkatan defisit neraca transaksi berjalan dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa.

Penurunan kinerja neraca perdagangan barang terutama dipengaruhi oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas, sementara peningkatan surplus neraca perdagangan barang nonmigas relatif terbatas akibat tingginya impor karena kuatnya permintaan domestik.

Peningkatan defisit neraca perdagangan migas terjadi seiring dengan meningkatnya impor minyak di tengah naiknya harga minyak dunia. “Defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat juga bersumber dari naiknya defisit neraca jasa, khususnya jasa transportasi, sejalan dengan peningkatan impor barang dan pelaksanaan kegiatan ibadah haji,” ungkapnya.

Meski demikian, defisit neraca transaksi berjalan yang lebih besar tertahan oleh meningkatnya pertumbuhan ekspor produk manufaktur dan kenaikan surplus jasa perjalanan seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, antara lain terkait penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang.

Transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2018 mencatat surplus yang cukup besar sebagai cerminan masih tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian domestik. Transaksi modal dan finansial pada triwulan laporan mencatat surplus USD 4,2 miliar, didukung oleh meningkatnya aliran masuk investasi langsung.

Selain itu, aliran dana asing pada instrumen Surat Berharga Negara dan pinjaman luar negeri korporasi juga kembali meningkat. Meskipun demikian, surplus transaksi modal dan finansial tersebut belum cukup untuk membiayai defisit transaksi berjalan, sehingga Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2018 mengalami defisit sebesar USD 4,4 miliar.

“Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir September 2018 menjadi sebesar USD 114,8 miliar. Jumlah cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor,” jelas Agusman.

“Ke depan, kinerja NPI diprakirakan membaik dan dapat terus menopang ketahanan sektor eksternal. Koordinasi yang kuat dan langkah-langkah konkret yang telah ditempuh Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia untuk mendorong ekspor dan menurunkan impor diyakini akan berdampak positif dalam mengendalikan defisit transaksi berjalan tetap berada di bawah 3 persen,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Transaksi Valas Dan Sentimen Global Bisa Bikin Rupiah Makin Perkasa

JawaPos.com – Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus terjadi dalam beberapa hari belakangan. Rupiah menguat hingga di bawah Rp 15.000 per dollar AS. Hal ini terjadi karena adanya kepastian ekonomi yang tumbuh akibat transaksi valas dan bergesernya sentimen global terhadap Indonesia.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Azami Ilman mengatakan, Bank Indonesia yang beberapa waktu lalu baru menerbitkan produk derivatif NDF (Non-Deliverables Forward) yang berdampak positif.

Penerbitan produk derivatif NDF mendorong kepastian transaksi mata uang valas dengan kontrak jangka tertentu dan nilai tukar yang ditentukan di awal sehingga mendorong tumbuhnya kepastian ekonomi di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Ilman menambahkan, dari sisi eksternal, rencana dilakukannya perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China berhasil menumbuhkan sentimen positif pada investor untuk kembali melakukan penanaman modal di negara-negara mitra dagang China.

Adanya perang dagang yang cukup tegang pada beberapa bulan yang lalu mendorong investor untuk melakukan pertimbangan untuk menanamkan modalnya di China dan juga negara mitra dagangnya.

“Hal ini, selain didukung oleh peningkatan bunga Bank Sentral Amerika Serikat, juga karena estimasi analisis dampak yang akan dirasakan China dari pengenaan tarif dagang oleh pemerintah Amerika Serikat yang dikhawatirkan akan berpengaruh ke negara mitra dagangnya,” ujarnya, Rabu (7/11).

Pemerintah dapat menjaga momen ini dengan terus mempertahankan performa positif di pasar NDF dan juga menjaga kondisi dalam negeri yang kondusif baik dari segi ekonomi maupun politik. Pemerintah harus bisa memastikan kondisi ekonomi dan politik dalam negeri dalam terus stabil sehingga tidak memunculkan keraguan bagi investor untuk menanamkan modalnya.

Dampak langsung dari perang dagang kepada Indonesia lebih banyak dirasakan di awal. Hal ini berdampak pada penurunan ekspor bahan input ke China karena menurunnya kemampuan perusahaan di China untuk mengekspor ke Amerika Serikat. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan klau China sudah menemukan pasar alternatif pengganti Amerika Serikat, seperti Uni Eropa dan Asia Tenggara.

“Selain itu, adanya perang dagang memperparah ketidakpastian ekonomi, sehingga berimbas pada menurunnya ketertarikan investor dalam menanamkan modal di negara-negara dengan resiko lebih tinggi, seperti di negara emerging countries,” pungkasnya.

(uji/JPC)

Ada Taksi Online, Taxi Express Makin Rugi 155 Persen di September 2018

JawaPos.com – Perusahaan taxi Express, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) semakin memburuk dengan menderita kerugian yang besar ditengah gempuran aplikasi taxi online. Kinerja keuangan Express semakin memburuk dengan mengalami rugi bersih sepanjang sembilan bulan terakhir tahun ini menjadi sebesar Rp 537,9 miliar.

Angka rugi bersih itu 155,47 persen lebih tinggi dari rugi bersih di periode yang sama 2017 sebesar Rp 210,5 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) kerugian tersebut disebabkan oleh pendapatan Express yang semakin terkikis sebesar 19,25 persen. Sepanjang kuartal III pendapatan TAXI sebesar Rp 187 miliar atau turun dari Rp 231,62 miliar.

Meski beban langsung turun dari Rp 350,3 miliar menjadi Rp 334 miliar, namun beban umum dan administrasi membengkak dari Rp 39,19 miliar menjadi Rp 107,4 miliar.

Belum lagi, TAXI juga mengalami beban penurunan nilai aset tetap sebesar Rp 185,9 miliar. Total beban-beban lain membengkak dari Rp 137,12 miliar menjadi Rp 323,35 miliar.

Jumlah aset perusahaan juga tercatat menurut dari posisi akhir 2017 sebesar Rp 2 triliun menjadi Rp 1,55 triliun. Sementara jumlah liabilitas perusahaan naik dari Rp 1,76 triliun menjadi Rp 1,85 triliun.

(mys/JPC)

Sepekan Lalu, Transaksi Pasar Saham Meningat Pesat 22,9 Persen

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia mengalami kenaikan selama sepekan lalu mengalami kenaikan. Terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami kenaikan sebesar 2,10 persen ke level 5,906.292 dari 5,784.921 pada pekan sebelumnya.

Sementara Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp4,60 miliar di sepanjang pekan ini dan investor asing sepanjang tahun 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp52,24 triliun.

Divisi Komunikasi BEI Hani Ahadiyani menyampaikan, seiring dengan menanjaknya IHSG, nilai rata-rata kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga mencatatkan peningkatan sebesar 2,11 persen atau sebesar Rp6,68 triliun dari Rp6,54 triliun di penutupan minggu sebelumnya. 

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan terakhir meningkat tajam sebesar 22,90 persen menjadi Rp8,16 triliun dari Rp6,64 triliun pada sepekan yang lalu. 

Data rata-rata volume transaksi harian bursa juga meningkat sebesar 4,18 persen menjadi 9,44 miliar unit saham dari 9,06 miliar unit saham di minggu sebelumnya. 

Untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami kenaikan sebesar 4,95 persen menjadi 365,61 ribu kali transaksi dari 348,37 ribu kali transaksi sepekan yang lalu.

(mys/JPC)

Jadi Salah Satu Penggerak Perekonomian, BI Dukung Ekonomi Syariah

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) terus mendukung pengembangan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan bisa jadi penggerak kemajuan ekonomi nasional.

“Sejumlah potensi dapat dikembangkan, seperti penerapan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming), produk makanan halal, produk kerajinan daerah, serta pariwisata halal yang dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi dan keuangan syariah kita ke depannya,” kata Deputi Gubernur BI, Budi Waluyo dalam FESyar di Balikpapan, Jumat (2/11).

Mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Syariah melalui Pengembangan Regional Halal Value Chain” dalam FESyar, Balikpapan, Bank Indonesia ingin potensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah didukung oleh penguatan ekosistem rantai nilai halal.

Menurut Budi, perlu skema business matching guna mendorong terhubungnya sisi penawaran produk usaha syariah dengan sisi permintaan dari pasar domestik, regional, maupun pasar global. “Prospek perkembangan industri halal memerlukan adanya dukungan penguatan infrastruktur usaha halal, baik dari sisi hulu hingga hilir,” terangnya.

BI menganggap ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu kunci meningkatkan pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan di tengah tantangan struktural yang membuthkan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta upaya mengatasi defisit transaksi berjalan.

Sepanjang 2018, Indonesia berhasil naik ke peringkat 10 dunia sebagai pelaku dalam ekonomi syariah, naik satu digit dari tahun sebelumnya, yang didukung peringkat kinerja dalam mendorong industri halal food.

Sebagai wujud dukungan BI terhadap pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Timur, BI memfasilitasi penandatanganan business matching antara PT. Syam Surya Mandiri dengan Asosiasi Petambak Anggana dengan nilai nominal sebesar Rp 200 miliar.

Keterangan Foto : 

(wzk/JPC)

Dukungan Rilis Inflasi dan Euro Mampu Jaga Rupiah di Zona Hijau

JawaPos.com – Pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepertinya mulai menunjukan kenaikannya didukung oleh euro yang mampu mengimbangi dolar sebagai sentimen internal di uni Eropa. Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, masih adanya sejumlah sentimen positif, selain daripada inflasi diharapkan dapat penguatan Rupiah.

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.130-15.100,” ujarnya Jumat (2/11).

Reza mengatakan, laju rupiah mampu mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan tersebut di atas perkiraan sebelumnya. Rilis inflasi bulan Oktober yang berada di angka 0,28 persen (MoM) dianggap masih rendah memberikan sentimen positif pada Rupiah.

Dukungan Rilis Inflasi dan Euro Mampu Jaga Rupiah di Zona HijauIlustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS (DOK ISSAK RAMDHANI/JAWAPOS.COM)

Selain itu, sentimen dari disepakatinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dengan defisit fiskal disetujui di bawah 2 persen yang dibarengi dengan penurunan imbal hasil dan adanya peluncuran implementasi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) oleh BI yang diharapkan menahan gejolak rupiah memberikan sentimen positif tambahan pada Rupiah.

Dari global, adanya kemajuan yang diperoleh dari perundingan Brexit antara Uni Eropa dan Inggris serta meningkatnya data CPI Uni Eropa berdampak positif terhadap posisi EUR sehingga turut berimbas pada penguatan Rupiah.

(mys/JPC)

Bantah Rugi Triliunan Rupiah, Begini Menteri Rini Bela PLN

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantah jika kerugian PT PLN (Persero) mencapai lebih dari Rp17 triliun. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, kerugian PT PLN (Persero) kuartal III-2018 naik menjadi Rp17,32 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,22 triliun.

Namun Rini menampik bahwa angka tersebut adalah kerugian. Ia mengatakan nilai Rp17,32 triliun itu adalah unrealize loss.

Unrealize loss yang tercatat pada laporan keuangan PLN itu karena ketika terjadinya pelemahan Rupiah,” kata Rini dalam keterangannya, Kamis (1/11).

Sementara, lanjut Rini, Perseroan memiliki kewajiban atau utang dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD), bahkan seringkali kontrak PLN dengan IPP (Independent Power Producer) pun dalam bentuk dolar.

“Kalau kewajiban jangka panjangnya dihitung berdasarkan kurs sekarang ini, maka akan terjadi yang disebut unrealize loss,” ujarnya.

Mengapa disebut unrealize? Kalau PLN sekarang bayar kewajiban-kewajibannya, maka akan melonjak nilainya. Hanya saja kewajiban jangka panjang tersebut masih jauh masa jatuh temponya. Itulah kenapa disebut unrealize.

“Keadaan PLN jelas sehat secara cash flow. Sebab yang terpenting itu adalah bagaimana menjaga kesehatan cash flow-nya, dan PLN dalam kondisi yang sehat,” tuturnya.

Selain selisih kurs, laporan keuangan yang publikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/10), menunjukkan kerugian terjadi karena pendapatan usaha tidak mentutupi beban usaha. Total pendapatan perseroan yang hanya membukukan Rp200,91 triliun sedangkan beban usaha sebesar Rp224 triliun.

(uji/JPC)

Cara Reliance Genjot Inklusi Keuangan di Daerah

JawaPos.com – Berbagai produk investasi yang dikelola PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) disambut positif masyarakat di daerah. Saat ini, berbagai kantor cabang RELI, gencar melakukan edukasi investasi, dengan rutin mengikuti berbagai pameran.

Paling anyar, kantor cabang RELI di Pontianak, mengikuti event Investival ‘Pasar Keuangan Rakyat’ pada 27-28 Oktober 2018, yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi mendukung semakin banyaknya masyarakat yang teredukasi di bidang investasi.

“RELI komitmen mendukung program OJK dan otoritas bursa, terutama program inklusi keuangan, di berbagai daerah,” ujar Sekretaris Perusahaan RELI, Erry TP Hidayat Rabu (31/10).

Branch Manager PT Reliance Sekuritas Cabang Pontianak, Riza Juliandri menjelaskan, selama pameran berlangsung, booth RELI banyak dikunjungi masyarakat. Mereka bertanya seputar proses investasi, dan juga berbagai produk RELI. Ada juga yang langsung membuka akun. Agar semakin menarik, selama pameran Investival, RELI juga memberi hadiah smartphone kepada nasabah yang beruntung.

“Selama pameran, ada pembukaan akun, termasuk untuk investasi DIRE. Ada juga nasabah yang minta dihubungi lagi setelah pameran. Booth RELI juga booth teraktif selama pameran, sampai dengan selesai acara, semua brosur informasi produk investasi habis,” ujar Riza.

Besarnya animo masyarakat yang hadir ke booth RELI selama pameran berlangsung, memberi bukti berbagai layanan produk investasi RELI dipercaya dan diakui. Untuk itu, Erry mengajak, para investor memercayakan dana kepada RELI agar dikelola maksimal dan mendapat return optimal.

Erry optimis, ke depan, kinerja perusahaan akan semakin bagus dan menjadi perusahaan sekuritas kelas dunia yang memiliki standar kerja yang berkualitas dan nilai integritas yang tinggi. Tahun depan, perusahaan akan bekerja keras meningkatkan market share dan memiliki produk investasi yang beragam untuk ditawarkan kepada investor.

Sriwidjaja Rauf, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) mengemukakan, RELI tetap tumbuh positif, seiring dengan meningkatnya kepercayaan dari para investor. Apalagi di tahun ini, RELI memang fokus untuk mengedukasi publik, sekaligus menggandeng lembaga lain, seperti peluncuran program Yuk Nabung Saham bekerjasama dengan perusahaan. Alhasil, jumlah investor RELI akan terus bertambah.

“Di tahun ini kami memang menggencarkan edukasi ke publik, dengan harapan semakin tumbuh kepercayaan terhadap perusahaan, sehingga publik tak ragu berinvestasi di RELI,” ucap Sriwidjaja.

Menurut Sriwidjaja, sebagai perusahaan broker atau perantara saham/efek, RELI memiliki pengalaman dan jaringan luas di berbagai daerah. RELI memiliki jangkauan kantor cabang yang tersebar di daerah, dengan beragam produk sesuai kebutuhan nasabah atau investor.

Sriwidjaja menjelaskan, RELI merupakan full service broker, selain bertindak sebagai perantara jual beli efek, juga menawarkan produk investasi yang beragam. Kemudian, memiliki tim riset dan analis juga memantau situasi pasar sekaligus memberi saran arah investasi.

“Seperti bank, kami pun memiliki model bisnis sama, yakni menjaga kepercayaan. Dalam hal ini kepercayaan dari nasabah bahwa dana dan saham mereka ditempatkan secara aman dan terpisah dari rekening Perusahaan,” tegas Sriwidjaja.

(srs/JPC)

BRI Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga Kredit Bulan Depan

JawaPos.com – Kenaikan suku bunga acuan 7-days repo rate Bank Indonesia (BI) sebesar 150 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen menggerus pendapatan bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pasalnya, hingga saat ini, bank pelat merah yang fokus di segmen UMKM itu belum juga melakukan penyesuaian di suku bunga kreditnya.

“Belum menaikkan (suku bunga kredit). Makanya, NIM-nya drop,” kata Direktur Utama BRI Suprajarto, di Bontang, Kalimantan Timur, Minggu malam (28/10).

Informasi saja, BRI menjadi salah satu bank besar yang mengalami penurunan NIM terbesar. NIM BRI pada kuartal III 2018 tercatat sebesar 7,61 persen atau turun 40 bps dibanding kuartal IIII 2017 atau year on year (YoY).

Padahal, lanjut Suprajarto, BRI telah menyesuaikan suku bunga deposito mereka. Maka dari itu, emiten bursa dengan kode BBRI itupun mengisyaratkan kenaikan suku bunga kredit bulan depan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, bulan depan, November harus (naik),” katanya.

Namun Suprajarto memastikan, perseroan kemungkinan hanya akan mengerek suku bunga kredit sebesar 50 bps. “Itupun di UKM saya sudah teriak,” imbuh Suprajarto.

Sementara itu, mengenai kemungkinan kembali naiknya suku bunga acuan 7-days repo rate BI tahun depan, Suprajarto mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian lagi.

“Kalau bunga pinjaman naik lagi, saya khawatir muncul problem baru di NPL,” katanya.

Sebagai informasi, hingga kuartal III 2018 BRI mencetak laba bersih sebesar Rp23,5 triliun atau tumbuh 14,6 persen YoY yang sebesar Rp 20,5 triliun. Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, capaian tersebut disokong penyaluran kredit BRI yang tumbuh di atas rata-rata industri perbankan di Indonesia.

“Hingga akhir September, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 808,9 triliun atau naik 16,5 persen YoY yang sebesar Rp 694,2 triliun,” katanya, Rabu (24/10).

Penyaluran kredit ke segmen UMKM tetap menjadi porsi terbesar, yakni sekitar 76,9 persen dari total kredit yang disalurkan, atau senilai Rp 621,8 triliun. Penyaluran kredit ke segmen UMKM itu tumbuh 16,5 persen YoY.

Namun, meski tumbuh cukup besar, perseroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang tercatat hanya 2,5 persen, lebih rendah dari rata-rata industri yang ada di level 2,7 persen.

(est/JPC)

PID Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting

JawaPos.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo optimistis Program Inovasi Desa (PID) akan mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. PID terbukti sukses mendongkrak ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

’’Model PID ternyata sukses karena mampu menurunkan jumlah angka kemiskinan yang cukup signifikan di Indonesia. Angka kemiskinan sekarang sudah single digit, yakni 9,82 persen. Yang lebih membanggakan, penurunan kemiskinan di desa ternyata dua kali lipat lebih besar daripada di kota,” ujar Mendes PDTT dalam Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (24/10)

Kemendes PDTT mencatat gini ratio 2018 di pedesaan telah turun sekitar 0,01 persen. ”Gini ratio yang mencapai angka 0 menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan telah merata sempurna. Artinya, setiap orang menerima pendapatan yang sama dengan lainnya,” lanjutnya

Tak hanya itu, ke depan PID juga mampu menurunkan angka stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak. ’’Kita optimistis dalam tujuh tahun ke depan jumlah orang miskin di desa akan lebih kecil daripada di kota dan jumlah angka stunting bisa mencapai hasil yang signifikan,” ungkapnya.

Eko melanjutkan, ke depan desa-desa yang sudah memiliki infrastruktur bagus tidak lagi memanfaatkan dana desa untuk membangun infrastruktur dasar. Tetapi, dana desa itu bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa.

’’Seperti memberikan pelatihan kepada masyarakat di desa agar mempunyai ide-ide dalam memberdayakan ekonomi dan masyarakatnya menggunakan dana desa dan sejumlah inovasi lain yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa,” paparnya.

(arm/tih/wir/JPC)

Kembangkan Bisnis Startup dari Modal Pinjaman Fintech

JawaPos.com – Selama ini pinjaman yang didapat dari perusahaan financial (fintech) dianggap masyarakat  hanyalah sebagai memenuhi kebutuhan konsumtif belaka. Padahal, jika pinjaman yang didapat dari perusahaan digital itu dikelola secara optimal, maka mampu mengembangkan usaha rintisan alias startup.

VP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih mengungkapkan, memberi edukasi kepada masyarakat tentang berbagai manfaat dan kemudahan yang ditawarkan fintech tidak semata menjadi tanggung jawab dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan fintech pun harus melakukan kampanye literasi inklusi keuangan yang lebih kepada masyarakat. Tak hanya itu, fintech juga harus memberikan perlindungan konsumen.

“Teknologi finctech sudah teruji bisa mempertemukan mereka yang memerlukan kredit konsumtif dan produktif dengan lembaga-lembaga keuangan kredibel. Jika semakin banyak warga bisa mengakses kredit dengan mudah, maka hal ini akan berdampak positif pada daya beli masyarakat dan membantu memajukan perekonomian setempat,” kata Anggie Ariningsih kepada wartawan, Jumat (26/10).

Kembangkan Bisnis Startup dari Modal Pinjaman FintechVP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih (kanan) saat berinteraksi dengan pelaku UKM di Bali. (Istimewa)

Adapun bentuk literasi inklusi keuangan itu seperti Fintech Days 2018 yang berlangsung di Bali pada Jumat (26/10). Event tersebut digelar oleh OJK bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan sejumlah perusahaan fintech lainnya di Discovery mall Bali.

Kegiatan Fintech Days 2018 ini mengedepankan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Lebih jauh Anggie Ariningsih mengungkapkan, saat ini pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia masih tergolong lambat. Hal itu dipicu oleh beberapa hal. Antara lain, masih banyaknya warga yang tinggal jauh dari bank dan belum bisa menjangkau layanan jasa keuangan. Industri fintech hadir dan berkembang pesat di Indonesia, namun hingga saat ini. Ironisnya masih banyak warga Indonesia yang belum memahami keuntungan yang ditawarkan fintech.

Di sisi lain, kini banyak masyarakat kelas menengah mulai tumbuh. Pelaku usaha rintisan (startup) pun semakin menjamur. Selama ini mereka kerap terkendala dengan masalah modal, karena sulit mengakses lembaga keuangan atau perbankan.

Sebetulnya kalangan itu bisa mendapatkan modal dengan mudah. Yakninya memanfaatkan keberdaan fintech. Peminjaman dari perusahaan itu tidak melewati proses administrasi yang begitu rumit seperti di perbankan konvensional. “Pinjaman modal dari fintech jika dikelola dengan baik, bisa mendorong usaha kecil menengah (UKM) tumbuh lebih baik lagi,” terangnya.

COO TunaiKita Andry Huzain menambahkan, kehadiran pihaknya di Fintech Days 2018 Bali untuk merangsang masyarakat belajar tentang cara mengembangkan usaha startup dan memberi informasi peluang berkarir di perusahaan fintech.

“TunaiKita hadir menawarkan layanan jasa keuangan secara digital dengan proses yang mudah, cepat dan terpercaya. Kami juga sangat memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah dalam kegiatan operasional kami,” tandas Andry Huzain.

(iil/jpg/JPC)

Pedes! Kritik Petani Tembakau ke Menkeu Soal Penyederhaan Tarif Cukai

JawaPos.com – Kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali dikritisi. Kali ini, datang dari kalangan petani tembakau terkait kebijakan penyederhanaan tarif cukai yang berdampak pada penghidupan ekonomi petani tembakau. Mereka meminta Presiden Joko Widodo mengingatkan menteri keuangan terbaik di dunia soal persoalan ini.

“Kami meminta Presiden RI mengingatkan Menkeu agar kebijakan tersebut dikaji ulang dengan memperhatikan masukan semua kalangan terkait,” kata ketua DPN Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmuji di Jakarta, Jumat (26/10).

Merujuk kajian APTI, penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 146/2017 terkait simplifikasi tarif cukai tembakau perlu mempertimbangkan dan memperhatikan dampaknya secara keseluruhan, baik terhadap petani tembakau maupun industri kretek nssional.

Pedes! Kritik Petani Tembakau ke Menkeu Soal Penyederhaan Tarif CukaiMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (DOK.JAWA POS)

Pasalnya, implementasi simplifikasi tarif cukai berpeluang berdampak langsung terhadap petani tembakau, juga menurunkan penerimaan negara dari cukai rokok.

Menurut Agus, PMK 146/2017 ini mengatur penggabungan golongan Sigaret Putih Mesin (SPM) dengan Sigaret Kretek Mesin (SKM), termasuk panggabungan kuota. Jika kebijakan ini diberlakukan akan merugikan petani sebagai penjual tembakau dan pada umumnya produk kretek sebagai produk nasional.

“Simplifikasi tarif cukai akan mematikan industri kretek nasional yang merupakan penyerap tembakau petani lokal bahkan nasional,” terangnya.

Klausul lain, terkait penyederhanaan tarif menjadi 5 layer akan mengakibatkan semua pabrikan nasional yang kategori besar hingga menengah dan kecil berpotensi gulung tikar. Sebab, mereka tidak sanggup bersaing dengan pemain besar yang sudah mempunyai brand internasional.

Selain itu, penggabungan tarif cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT) Golongan 1A dan 1B juga akan memberangus SKT produk pabrikan yang masih barnafas Merah Putih.

“Kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) yang terlalu tinggi juga akan lebih mempercepat kematian pabrikan menengah dan kecil, karena konsumen mereka sangat sensitif terhadap kenaikan harga,” tuturnya.

Agus mengingatkan, jika pengaturan simplifikasi tarif cukai dilakukan, maka kebijakan tersebut akan berdampak pada matinya industri kretek nasional menengah ke bawah.

“Selama ini industri menengah ke bawah juga berkontribusi terhadap perekonomian petani sebagai penyerap tembakau kelas tiga mengingat semua tembakau yang kurang bagus tidak terserap semua oleh industri besar,” tegas dia.

Implikasi lain, lanjut Agus adalah semakin berjayanya produsen terbesar. Pasalnya, pengenaan cukainya akan satu kategori. “Prediksi ke depan, aturan ini akan memberangus tembakau lokal, dan mematikan penghidupan petani tembakau!,” ungkapnya.

Menurut Agus, dampak kebijakan simplifikasi tarif cukai yang paling berbahaya adalah penggunaan bahan baku import akan meledak, sehingga ke depan ada rokok di Indonesia tapi tanaman tembakau sudah tidak ada di Indonesia.

Dalam konteks inilah, APTI meminta Kementerian Keuangan selaku regulator untuk menunda penerapan simplifikasi tarif cukai (penyederhanaan tarif cukai) yang akan berdampak pada bencana ekonomi massal bagi masyarakat pertembakauan.

“Melindungi petani tembakau adalah wujud nyata sebuah misi kemanusiaan. Selamatkan tembakau selamatkan Indonesia,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Minim Sentimen Positif, Rupiah Berpotensi Melemah

JawaPos.com – Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat masih terus mengalami pelemahan imbas sentimen global masih belum ada tanda-tanda kondusif. Kondisi ini diperparah dengan adanya sentimen negatif dari dalam negeri sehingga membuat laju Rupiah sulit untuk berbalik menguat.

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.204-15.188,” kata Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (25/10)

Reza menjelaskan, pergerakan Rupiah kembali mengalami pelemahan seiring imbas terdepresiasinya EUR. Adanya penilaian pertumbuhan ekonomi Zona Eropa akan melambat membuat aksi lepas EUR kembali terjadi.

“Pergerakan USD pun kembali mengalami kenaikan dengan memanfaatkan kondisi tersebut,” tuturnya.

Minim Sentimen Positif, Rupiah Berpotensi MelemahIlustrasi aktivitas penukaran mata uang asing di sebuah money changer di Jakarta (DOK.ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)

Padahal, kata dia, di AS sedang terjadi silang pendapat antara Presiden Trump dan Gubernur The Fed, Jerome Powell, terkait kenaikan suku bunga dengan kebijakan pemerintahan untuk membuat ekonomi AS bertumbuh.

Penilaian tersebut muncul setelah data pertumbuhan Euro zone business mengalami perlambatan dari perkiraan sebelumnya. Selain itu, data pertumbuhan private-sector Jerman juga cenderung melambat yang diikuti dengan penurunan data manufaktur di Perancis.

Sementara itu, adanya sentimen positif dari dalam negeri seperti optimisme Kementerian Perdagangan terhadap target transaksi dagang di Trade Expo Indonesia 2018 yang mencapai USD 1,5 miliar, adanya tinjauan masa pemerintahan Jokowi-JK selama kurun waktu 4 tahun, khususnya di bidang ekonomi kurang mampu mengangkat Rupiah.

Pasalnya, sejumlah sentimen positif itu tertutup oleh sentimen negatif seperti adanya penilaian terhadap Rupiah yang dapat mencapai level Rp16 ribu di tahun depan dan perkiraan Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan melambat di kuartal tiga tahun ini.

(mys/JPC)

Dukung Bulan Inklusi, Bank Sinarmas Edukasi Tabungan Simpel

JawaPos.com – Bank Sinarmas turut berpartisipasi untuk memperingati bulan literasi se-Dunia yang jatuh pada Oktober ini. Salah satunya adalah dengan menggelar kegiatan CSR dan edukasi program Simpanan Pelajar (Simpel) di Pondok Pesantren Al Hikmah 2.

Adapun program yang dilakukan yakni dengan melaksanakan wakaf Quran 200 buah Alquran, 200 buah Komik Edukasi Perbankan dan melaksanakan Bazaar Minyak Goreng 4.000 liter. Dalam Sosialisasi ini, sejumlah 3.000 santri juga membuka rekening Simpanan Pelajar Bank Sinarmas.

Group Head National Sales & Distribution Bank Sinarmas Miko Andijaja mengatakan, program Simpel sendiri merupakan program yang diterbitkan secara nasional oleh Regulator dan di sosialisasikan bank-bank di Indonesia, dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur menarik.

“Kegiatan ini juga digelar dalam rangka edukasi dan inklusi untuk mendorong budaya menabung sejak dini. Tabungan Simpel ini berlaku bagi anak minimal usia TK hingga SMA,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/10).

Adapun persyaratan yang diberikan untuk membuka tabungan Simpel ini cukup dengan menyerahkan Akte Lahir, KTP orangtua, Kartu Keluarga, serta mengisi formulir pembukaan tabungan.

Miko menambahkan, nantinya siswa juga akan menerima rekening dan kartu ATM yang sudah didaftarkan atas nama diri siswa itu sendiri.

“Jadi siswa benar-benar diajarkan untuk bisa memegang tabungan dan kartu ATM-nya sendiri. Untuk pembukaan awal cukup dengan Rp5 ribu,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, juga mulai di sosialisasikan mengenai Teknologi Keuangan atau sering disebut Fintech. Sosialisasi di lakukan oleh Danamas dan Fintech. Diharapkan para santri juga dapat mulai melek teknologi keuangan.

Saat ini, jumlah pemegang rekening Simpanan Pelajar Bank Sinarmas hingga September 2018 sudah mencapai lebih dari 40.000 rekening.

(hap/JPC)

Capital Inflow Dan Fundamental Ekonomi Kuat, IHSG Lanjutkan Kenaikan

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia masih berpeluang melanjutkan proses kenaikan, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mampu mempertahankan posisi di zona hijau dengan penguatan tipis 0,05 persen ke level 5.840 poin.

“IHSG menunjukkan kondisi stabil dengan kecenderungan meningkat, ditunjang oleh capital inflow serta fundamental perekonomian yang kuat,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Selasa (23/10).

Menurutnya, IHSG masih akan mampu melanjutkan proses penguatan di tengah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta fluktuasi harga komoditas global. “Hal ini tentunya tidak lepas dari tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.721, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.988. “Hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William.

Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham berikut:
1. PT Wika Beton Tbk (WTON)
2. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
3. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
5. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
6. PT Astra International Tbk (ASII)
7. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
9. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

(mys/JPC)

Kadar Homocysteine yang Tinggi Picu Serangan Jantung dan Demensia

Jakarta: Homocysteine adalah asam amino dalam tubuh yang dimiliki oleh setiap orang. Ketika kadar asam amino ini terlalu tinggi, maka homocysteine dikaitkan dengan penyakit autoimun, jantung dan penyakit lainnya.

Homocysteine diatur selama proses metilasi yakni biokimia besar yang memastikan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, otak, sistem hormon dan usus. Jika ada yang salah dengan proses metilasi, Anda mungkin tidak akan merasakan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Mutasi gen metilasi seperti MTHFR berkaitan erat dengan masalah spektrum peradangan autoimun. Peningkatan kadar homocysteine ini dapat disebabkan oleh mutasi gen, obat-obatan, diet yang buruk, paparan racun, ketidakseimbangan hormon dan stres. 

Kadar homocysteine yang terlalu tinggi, dapat memicu banyak masalah kesehatan termasuk autoimunitas dan peradangan kronis.

(Baca juga: Dua Pola Hidup Sehat untuk Lawan Demensia)


(Homocysteine diatur selama proses metilasi yakni biokimia besar yang memastikan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, otak, sistem hormon dan usus. Foto: Christopher Campbell/Unsplash.com)

1. Homocysteine dan autoimunitas
Ketika proses metilasi tidak bekerja dengan benar, ini dapat memicu masalah autoimun. Kadar homocysteine yang tinggi berkaitan dengan penyakit autoimun yang sangat umum seperti penyakit Hashimoto, rheumatoid arthritis dan psoriasis.

2. Kadar homocysteine dan penyakit jantung
Tingkat homocysteine yang sangat tinggi berkaitan dengan penyakit arteri koroner dan risiko tinggi pengerasan arteri. Serangan jantung dan stroke dapat disebabkan oleh kondisi autoimun yang telah kita lihat juga dipengaruhi oleh kadar homocysteine.

3. Homocysteine dan penurunan kognitif
Kadar homocysteine yang tinggi juga dapat mempengaruhi otak karena dapat menjadi racun bagi neuron dan sel lainnya. Sel-sel tua dan rusak disingkirkan dari sistem tubuh untuk menghindari penyakit, kematian dini sel-sel sehat yang dapat memengaruhi tubuh dan otak secara negatif.

Menurunkan kadar homocysteine adalah langkah penting dalam melindungi otak dari Alzheimer dan bentuk lain dari demensia.

4. Tingkat homocysteine dan depresi
Homocysteine juga dapat memengaruhi otak secara emosional dengan meningkatkan risiko depresi. Berbagai penelitian menghubungkan depresi dengan tingkat homocysteine yang tinggi karena berkaitan dengan rendahnya kadar serotonin.

Beberapa penelitian juga mengatakan tingkat homocysteine yang tinggi pada wanita usai melahirkan adalah faktor terbesar depresi pascamelahirkan.

(TIN)

Kinerja Emiten Kuartal III Dampingi IHSG Berwarna Hijau di Awal Pekan

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia berpeluang bermain di zona hijau di awal pekan ini, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan kemarin ditutup melemah tipis 0,14 persen ke level 5.837.

“Rilis data kinerja emiten pada kuartal ketiga akan mewarnai pola pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Senin (22/10).

Menurutnya, kondisi fundamental perekonomian domestik akan menopang pola pergerakan IHSG, sehingga laju indeks bisa menunjukkan tren penguatan jangka pendek, menengah dan panjang.

Menurut William, jika terjadi koreksi wajar pada laju IHSG , kondisi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi pembelian pada saham-saham pilihan.

Lebih jauh dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.702, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.911. “Hari ini IHSG berpeluang bergerak di zona hijau,” ucap William.

Dengan demikian, menurut William, adanya potensi penguatan IHSG pada perdagangan hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi sebelas saham:

1. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
3. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
4. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
5. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
7. PT Bank Jatim Tbk (BJTM)
8. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
9. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
10. PT Astra International Tbk (ASII)
11. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

(mys/JPC)